Profil Thaksin Shinawatra, Eks PM Thailand yang Pernah Dikudeta Kini Jadi Penasihat Danantara
Nama Thaksin Shinawatra menjadi perbincangan setelah namanya tercantum sebagai penasihat BPI Danantara. Lantas, siapa sosok Thaksin sebenarnya? simak profilnya berikut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Thaksin Shinawatra adalah seorang pengusaha dan politisi asal Thailand yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dari 2001 hingga 2006.
Lahir pada 26 Juli 1949 di Chiang Mai, ia memulai kariernya di kepolisian sebelum beralih ke dunia bisnis dan politik.
Thaksin dikenal sebagai pendiri partai Thai Rak Thai (TRT) dan sukses dalam pemilihan umum dengan mengusung kebijakan populis yang menguntungkan masyarakat kelas bawah.
Sebagai seorang pengusaha, ia mendirikan perusahaan telekomunikasi Shin Corporation yang menjadi salah satu perusahaan terbesar di Thailand. Keberhasilannya di dunia bisnis memberikan modal politik yang kuat untuk mendukung kariernya sebagai pemimpin negara.
Karier Politik dan Kebijakan Populis
Thaksin menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand setelah memenangkan pemilu pada 2001. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal dengan berbagai kebijakan populis, seperti:
-
Program perawatan kesehatan universal
-
Pinjaman mikro untuk petani dan pedagang kecil
-
Kampanye perang melawan narkoba
-
Peningkatan investasi infrastruktur
Kebijakan-kebijakan ini menjadikan Thaksin sangat populer di kalangan masyarakat pedesaan dan kelas menengah ke bawah, tetapi juga mendapat kritik dari kalangan elit dan oposisi yang menuduhnya melakukan praktik otoriter.
Kontroversi dan Kudeta 2006
Popularitas Thaksin tidak lepas dari berbagai kontroversi, terutama terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Pada 2006, terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran yang menuduhnya melakukan nepotisme dan konflik kepentingan, terutama setelah keluarganya menjual saham Shin Corporation ke perusahaan Singapura, Temasek Holdings, tanpa membayar pajak.
Pada 19 September 2006, militer Thailand melakukan kudeta dan menggulingkan pemerintahannya saat ia berada di luar negeri. Sejak saat itu, Thaksin hidup dalam pengasingan dan berpindah-pindah ke berbagai negara untuk menghindari tuntutan hukum di Thailand.
Kembalinya ke Thailand dan Peran di Dunia Investasi
Setelah lebih dari 15 tahun di pengasingan, Thaksin kembali ke Thailand pada 2023 dan menghadapi hukuman penjara karena kasus korupsi. Namun, setelah beberapa bulan, ia mendapatkan pengampunan dari kerajaan Thailand.
Kini, Thaksin kembali aktif dalam dunia bisnis dan investasi. Ia menjadi salah satu penasihat di BPI Danantara, sebuah badan pengelola investasi Indonesia, di bawah kepemimpinan Rosan Perkasa Roeslani. Peran Thaksin dalam BPI Danantara memunculkan pro dan kontra, mengingat rekam jejak politiknya yang kontroversial.
Dampak dan Persepsi Publik
Keberadaan Thaksin sebagai penasihat BPI Danantara memicu beragam reaksi. Sebagian pihak melihatnya sebagai tokoh dengan pengalaman besar dalam investasi dan ekonomi, sementara yang lain mempertanyakan integritasnya mengingat rekam jejak masa lalunya.
Editor : Firda Rachmawati
