Proyek Blok 3 RSUD Ditekan Sesuai Target

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Senin (25/11). 

Proyek Blok 3 RSUD Ditekan Sesuai Target
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Senin (25/11).  (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Senin (25/11). 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, dirinya melakukan sidak mendampingi tim probity audit dari Inspektorat untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus memastikan kesesuaian dokumen proyek.

“Kelengkapan serta hal-hal lainnya kami cek juga,” ujarnya kepada INILAH.

Dedie melanjutkan, dirinya berharap Inspektorat Kota Bogor dapat difungsikan menjadi pendamping pelaksanaan proyek agar ditekan semaksimal mungkin adanya kesalahan.

“Kami berharap pengerjaan pembangunan gedung baru ini sesuai target,” tambahnya

Sementara itu PPK Proyek Pembangunan gedung Blok 3 RSUD Kota Bogor Ahmad Irawan mengatakan, sampai minggu kemarin progres proyek masih di angka 64%. Perhitungan hari ini belum dilakukan karena pihaknya akan diskusi ke lapangan dahulu. 

“Nanti hitung untuk minggu ke-23 ini. Untuk angka pastinya usai cek lapangan baru diketahui. Untuk angka ya sekitar 66-67%,” tuturnya.

Irawan melanjutkan, nanti rekomendasi seperti apa dari Inspektorat belum diketahui. Secara umum, saat ini pihaknya tengah mengejar target atap dan sudah mulai pemasangan. Desain atap komposisinya ada sirap, ada baja berat, baja ringan, ada triplek dan atap sirapnya ada lima. 

“Dipasangkan secara bertahap. Itu barang atapnya juga impor. Pemasangan atap sesuai jadwal. Pesan Wakil Wali Kota dan Kajari pengerjaannya harus selesai 27 Desember 2019. Kalau perlu menambah orang atau pekerjaan. Itu cara paling logis hingga segera mempercepat progres. Kalau terlambat didenda dan dibayar tahun depan uangnya,” terangnya 

Irawan menegaskan untuk Inspektorat ini dilibatkan dari awal karena untuk pengecekan dokumen itu dilakukan pihak Inspektorat.

“Saya ingin dikawal Inspektirat, dokumen progres perhari dan yang dibutuhkan Inspektorat sudah lengkap. Dua minggu sekali rapat dengan TP4D karena tahap kritis hingga harus digenjot sesuai target. Material sudah datang dan tenaga ditambahkan. Pengerjaannya simultan. Pagi sampai sore saya pantau ke lapangan,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)


Editor : Bsafaat