Proyek di Tiga Kecamatan Perbatasan Ini Disorot DPRD Kabupaten Bogor
Sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur jalan di Kecamatan Cigudeg, Nanggung dan Sukajaya disorot anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur jalan di Kecamatan Cigudeg, Nanggung dan Sukajaya disorot anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin.
Perjalanan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut, diprediksi DPRD Kabupaten Bogor bakal molor dan meluncur ke awal tahun. Bahkan, hingga mangkrak kalau tidak dilakukan evaluasi dan diantisipasi.
"Untuk proyek peningkatan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku dan Cibeber-Cisarua, Nanggung itu berpotensi molor karena hingga belum dilaksanakan betonisasi, padahal panjang jalan yang harus dibeton 1 hingga 2 Km," kata Nurodin kepada wartawan, Minggu 5 November 2023.
Nurodin menuturkan, ada keterlambatan penyerahan dokumen lelang hingga proses lelang di Kantor Pengadaan Barang Jasa Kabupaten Bogor, hingga baru tanda tangan kontrak pada 18 September 2023.
Selain itu, di lapangan, ia mendapat kabar bahwa pekerja proyek pembangunan insfrastruktur jalan tersebut terbilang lambat dalam membangun atau meningkatkan jalan
"Waktunya mepet, padahal medan atau keadaan di lokasi sangat jauh, harusnya di daerah perbatasan dengan Kabupaten Sukabumu ini bisa diantisipasi dengan mobilisasi mobil mini plant karena di sana susah untuk dimasuki alat berat berukuran besar," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Jaro Peloy ini meminta penyedia jasa menambah jumlah pekerja dan menambah alat, plus ketersediaan bahan baku material di lokasi pembangunan.
"Selain penambahan pekerja, alat dan ketersediaan bahan baku material oleh penyedia jasa, kepada konsultan pengawas, kami minta melakukan pengawasan secara baik, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas," pinta Jaro Peloy.
Ia juga mengingatkan bahwa untuk 2023, DPRD Kabupaten Bogor tidak mentolerir proyek pembangunan insfrastruktur meluncur ke awal 2024 dan siap merekomendasikan putus kontrak kepada rekanannya, demi kelancaran pembiayaan pembangunan pada 2024 mendatang.*** (reza zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani
