PSBB Diperpanjang, APPBI Khawatirkan Gelombang PHK Baru Karyawan Mal
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengkhawatirkan akan adanya gelombang PHK karyawan mal. Hal tersebut bisa saja terjadi jika memant kebijakan PSBB diperpanjang kembali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengkhawatirkan akan adanya gelombang PHK karyawan mal. Hal tersebut bisa saja terjadi jika memant kebijakan PSBB diperpanjang kembali.
Sekjen APPBI Satriawan Natsir mengatakan, dilihat dari sisi keuangan, para tenant atau vendor rata-rata merugi akibat tidak bukanya mal saat ini. PHK pun dinilainya bisa saja menjadi pilihan para vendor untuk memangkas arus kas keuangan mereka.
Selain itu, lanjut Satriawan, pihaknya juga merasa kaget dengan adanya wacana perpanjangan PSBB hingga 12 Juni 2020 mendatang. Pasalnya, sebelum adanya kabar tersebut para pengusaha Mal medapat kabar baik terkait rencana new normal pada 1 Juni Nanti.
"Memang kita khawatirkan ini ada gelombang PHK. Ini juga akan terjadi lagi. Memang secara cashlow tenant-tenant penyewa sudah sangat tidak sanggup. Berdampak kepada karyawan," ucap Satriawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2020).
"Kita dengan adanya perpanjangan ini agak surprise juga yang sebelumnya kan tanggal 1 (Juni 2020) sudah kita lihat beritanya akan diberikan kelonggaranlah untuk disetop PSBB. Tapi, ternyata kondisi diperpanjang sampai tanggal 12 (Juni 2020)," sambungnya.
Satriawan mengungkapkan, pemerintah diharapkan segera mengambil kebijakan untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Misalnya, melakukan relaksasi untuk mal namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Harus ada jalan tengah, bagi (pengelola mal) yang merasa bisa melakukan protokol kesehatan baik ya seharusnya sudah bisa beraktivitas," ungkap Satriawan.
Meski begitu, Satriawan menambahkan para anggota APPBI mennghormati kebijakan pemerintah terkait perpanjangan PSBB. Dia pun mengharapkan setelah perpanjangan PSBB selanjutnya, adanya jalan keluar bagi permasalah ini.
"Harapan kita setelah tanggal 12 Juni betul-betul diberikan (pembukaan mal). Karena tidak mungkin tetap terus menerus tutup, ekonomi tidak berputar sama sekali," pungkasnya (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Doni Ramdhani

