PSIM Yogyakarta Tunjuk Jean-Paul Van Gastel sebagai Pelatih Baru: Siap Ukir Sejarah di Liga 1
PSIM Yogyakarta resmi mengumumkan penunjukan Jean-Paul Van Gastel sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – PSIM Yogyakarta resmi mengumumkan penunjukan Jean-Paul Van Gastel sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Pelatih asal Belanda berusia 53 tahun ini datang dengan rekam jejak mentereng di sepak bola Eropa, membawa harapan besar bagi Laskar Mataram untuk tampil solid di kasta tertinggi.
Dalam keterangan resminya, Manajer PSIM, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa pemilihan Van Gastel bukan keputusan sembarangan. Sosoknya dianggap memiliki kredibilitas dan pengalaman internasional yang layak untuk membawa PSIM tampil kompetitif di Liga 1.
"Dia sempat jadi asistennya Ronald Koeman, Fred Rutten dan Giovanni van Bronckhorst di divisi 1 Belanda," ujar Razzi, dikutip dari ANTARA.
Karier Van Gastel sebagai pelatih memang sebagian besar dihabiskan sebagai tangan kanan pelatih-pelatih besar.
Sejak terjun ke dunia kepelatihan senior pada 2011, ia pernah menjadi asisten dari Jaap Stam hingga Van Bronckhorst—nama terakhir yang paling melekat dalam perjalanan kariernya.
Puncak kesuksesannya sebagai asisten pelatih terjadi ketika membela Feyenoord dari Juli 2011 hingga Oktober 2019.
Bersama klub raksasa Eredivisie itu, Van Gastel turut mengantarkan Feyenoord meraih dua trofi Piala Super Belanda, dua Piala Belanda, dan satu gelar Liga Belanda sebagai bagian dari staf pelatih Van Bronckhorst.
Namun bukan hanya sebagai asisten, Van Gastel juga sempat membuktikan kapabilitasnya sebagai pelatih kepala. Ia sukses membawa NAC Breda promosi dari divisi 2 ke Eredivisie—pencapaian yang menjadi modal penting saat ditunjuk membesut PSIM.
“Dia juga sempat melatih di divisi 2 Belanda, dan membawa klub tersebut promosi ke divisi 1 Belanda,” tambah Razzi.
Perjalanan menuju kesepakatan antara PSIM dan Van Gastel disebut tak mudah. Razzi mengakui proses negosiasi berjalan cukup alot, mengingat reputasi dan level pengalaman pelatih asal Belanda tersebut. Namun, kata kuncinya adalah kesamaan visi jangka panjang.
“Beliau sangat percaya dengan proyek ini. Ini yang paling penting,” tegas Razzi.
Terakhir, Van Gastel tercatat menjadi asisten Van Bronckhorst di klub papan atas Turki, Besiktas, dari Juli hingga November 2024. Bersama klub tersebut, ia membantu meraih trofi Piala Super Turki—pencapaian yang turut menambah nilai plus di mata manajemen PSIM.
Untuk musim debutnya di Liga 1, manajemen PSIM menargetkan stabilitas sebagai fokus utama. Tidak muluk-muluk, mereka ingin tim nyaman di klasemen dan jauh dari zona degradasi.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


