PT Batu Wangi Mulai Pasang Alat Pengendali Debu dan Kurangi Produksi Batu Kapur

PT Batu Wangi Sejahtera mengurangi produksi dan memasang alaty pengendali debu imbas dari pencemaran udara dan sanksi yang diberikan DLH KBB

PT Batu Wangi Mulai Pasang Alat Pengendali Debu dan Kurangi Produksi Batu Kapur
Kondisi Jalan Raya Padalarang-Cipatat dipenuhi debu putih akibat polusi udara yang ditumbulkan dari PT Batu Wangi.

INILAHKORAN.ID  - Batu Wangi Putra Sejahtera tengah menindaklanjuti sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan serangkaian langkah perbaikan teknis dan operasional.

Hal itu dilakukan menyusul kasus pencemaran debu yang sempat memutihkan permukiman warga di kawasan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat.

"Ini dilakukan setelah kami mengikuti proses klarifikasi dan asistensi, di mana dinas meminta pembenahan menyeluruh mulai dari kelengkapan dokumen lingkungan hingga pengendalian sumber polusi di lapangan," kata Penasihat Hukum PT Batu Wangi Putra Sejahtera, Zihan Fauzi, Sabtu (4/7/2026).

Secara administrasi, terang Zihan, perusahaan kini sedang melengkapi serta merevisi dokumen upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta verifikasi teknis emisi dan air limbah, sekaligus menyiapkan pengujian laboratorium air limbah bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sementara di sisi operasional, kapasitas produksi diturunkan sementara waktu hingga sistem pengendalian polusi berfungsi secara optimal guna menekan sebaran debu.

“Kami berkomitmen menjalankan seluruh rekomendasi DLH. Selama proses pembenahan berlangsung, kapasitas produksi disesuaikan agar potensi debu dapat ditekan semaksimal mungkin,” terangnya.

Secara teknis, sejumlah perangkat pengendali debu telah mulai dipasang, antara lain jaring pengaman, penutup area produksi terbuka, saluran penghisap udara, serta alat penangkap debu.

Tak cuma itu, perusahaan juga meningkatkan frekuensi penyiraman hingga tiga kali sehari, mencakup kawasan pabrik dan ruas jalan akses pengangkutan material.gangguan kesehatan atau kerugian warga. Kami juga membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat yang merasa terdampak untuk mencari penyelesaian bersama,"  pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti