PT LIB Tegaskan Komitmen Tegakkan Standar Lisensi Klub: Tak Penuhi Kriteria, Siap-Siap Tak Dapat Kontribusi dan Kena Sanksi Poin

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong klub-klub peserta Liga 1 Indonesia untuk memenuhi standar lisensi klub. Hal ini ditegaskan oleh Komisaris Utama PT LIB, Zainudin Amali, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (9/4).

PT LIB Tegaskan Komitmen Tegakkan Standar Lisensi Klub: Tak Penuhi Kriteria, Siap-Siap Tak Dapat Kontribusi dan Kena Sanksi Poin
PT LIB Tegaskan Komitmen Tegakkan Standar Lisensi Klub: Tak Penuhi Kriteria, Siap-Siap Tak Dapat Kontribusi dan Kena Sanksi Poin

INILAHKORAN, Bandung – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong klub-klub peserta Liga 1 Indonesia untuk memenuhi standar Lisensi Klub.

Hal ini ditegaskan oleh Komisaris Utama PT LIB, Zainudin Amali, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (9/4).

Menurut Zainudin, pihaknya tidak akan main-main dalam urusan lisensi klub karena lisensi merupakan elemen penting yang menentukan kelayakan klub untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa PT LIB tidak tinggal diam dan terus membantu klub-klub mencari solusi agar dapat memenuhi Kriteria yang telah ditetapkan.

“Licensing ini kita enggak main-main, yang penting udah ya, kita bisa tetap (berkompetisi). LIB membantu mencarikan jalan keluar,” ujar Zainudin dkutip dari ANTARA.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah mendukung pengembangan infrastruktur klub, khususnya dalam penyediaan stadion yang representatif.

“Kita tentu berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu menyiapkan lapangan oleh Presiden Prabowo,” tambahnya.

Sebagai contoh kolaborasi yang sukses, Zainudin menyinggung kerja sama jangka panjang antara Persib Bandung dan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Mungkin nanti sesuai kesepakatan seperti yang telah dilakukan Pak Teddy di Persib. Beliau bisa membuat kerja sama GBLA dengan Persib selama 30 tahun,” jelasnya.

Hanya 9 Klub Liga 1 Penuhi Syarat Lisensi pada 2023

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak klub yang belum memenuhi standar lisensi klub.

Tercatat, pada Mei 2023 lalu, hanya sembilan dari 18 klub Liga 1 yang berhasil masuk ke dalam sistem Club Licensing Administration System (CLAS) yang digunakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Kesembilan klub tersebut adalah Bali United FC, Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, Madura United FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Klub Tanpa Lisensi Tak Dapat Kontribusi Komersial

Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, turut mempertegas bahwa pemenuhan lisensi klub bukan hanya formalitas, melainkan menjadi syarat utama untuk mendapatkan hak kontribusi komersial dari PT LIB.

Ia menyebut hal ini sudah menjadi penekanan sejak musim lalu sebagai bentuk pemicu atau trigger agar klub bergerak memenuhi standar profesional.

“Liga juga sudah memberikan penekanan sejak musim lalu, bahwa klub yang tidak dapat licensing itu tidak akan dapat kontribusi komersial, jadi ini bentuk trigger kita, stimulus kepada para klub untuk bisa mengikuti,” jelas Asep.

Tidak hanya itu, Asep mengingatkan bahwa pada musim 2024/2025, status lisensi akan menjadi semacam “SIM” bagi klub untuk tetap bermain di Liga 1.

Jika ada klub yang gagal memenuhi satu dari lima kriteria utama lisensi, maka akan dikenakan sanksi pengurangan poin pada musim berikutnya.

Lima Pilar Klub Profesional

Asep pun memaparkan bahwa ada lima aspek utama yang harus dipenuhi agar sebuah klub dapat dikategorikan sebagai klub profesional, yakni:

  1. Asas dan Keolahragaan
  2. Legalitas
  3. Sumber Daya Manusia dan Administrasi
  4. Infrastruktur
  5. Keuangan

Ia menekankan bahwa PT LIB akan tetap memberikan pendampingan kepada klub-klub, tetapi juga tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas jika syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi.

“Tentu ada saatnya kita bantu, ada saatnya kita kencang juga, bukan semata-mata ada pandangan ah saya kan tidak lolos ke AFC, kan ada nasional klub licensing juga. Platformnya sama dengan sistem AFC, hanya ada beberapa sedikit relaksasi di beberapa standar,” tutup Asep.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan