Pusat Informasi dan Konseling Remaja Dibentuk: Edukasi Kuat, Generasi Hebat

Ruang belajar remaja kini bertambah luas. Edukasi kependudukan dan konseling mulai masuk Sekolah Rakyat.

Pusat Informasi dan Konseling Remaja Dibentuk: Edukasi Kuat, Generasi Hebat
KOSELING REMAJA: Program kependudukan dan pembangunan keluarga mulai diintegrasikan ke lingkungan Sekolah Rakyat. Langkah awal itu ditandai dengan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Sekolah Siaga Kependudukan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Kabupaten Bandung Barat.(INILAH/YULIANTONO)

Oleh : Yuliantono

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Kabupaten Bandung Barat tidak hanya menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar. Di sekolah itu, pendidikan kependudukan dan pembangunan keluarga mulai diperkenalkan sebagai bekal bagi para siswa menghadapi masa depan.

Langkah awalnya ditandai dengan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Sekolah Siaga Kependudukan. Program tersebut mulai diterapkan di SRMP 11 Bandung Barat, Cisarua.

Momentum itu berlangsung saat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Rabu (30/9). Kunjungan itu menjadi yang pertama dilakukan Wihaji ke Sekolah Rakyat di Jawa Barat.

Sebelum berdialog dengan 87 siswa, Wihaji melihat langsung berbagai fasilitas sekolah. Asrama, ruang belajar, sarana sanitasi, area olahraga hingga kebun yang dikelola siswa menjadi bagian dari fasilitas yang ditinjaunya.

Menurut Wihaji, fasilitas tersebut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik.

Di hadapan para siswa, ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan yang ramah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Ini adalah program presiden, membuat sekolah yang tidak menjadi beban dan ketakutan bagi usia anak-anak sekolah. Karena tugasnya anak-anak ini cuma 3 B. Belajar, belajar dan belajar," ujarnya.

Wihaji juga mengajak para siswa menikmati setiap proses pendidikan yang sedang mereka jalani. Baginya, pengalaman selama bersekolah akan menjadi bekal penting untuk perjalanan mereka setelah lulus.

"Senang dan susah kalau sudah lewat biasa saja. Kita nikmati belajar di sekolah rakyat dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

Namun, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pelajaran di ruang kelas. Pemerintah mulai memperluas perhatian pada persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, termasuk kesehatan reproduksi dan pemahaman kependudukan.

BKKBN telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar layanan edukasi dan konseling remaja dapat hadir di seluruh Sekolah Rakyat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial. Ke depannya, Pusat Informasi dan Konseling Remaja diminta untuk masuk ke seluruh Sekolah Rakyat," katanya.

Arahan itu kemudian ditindaklanjuti Perwakilan BKKBN Jawa Barat. SRMP 11 Bandung Barat menjadi salah satu langkah awal dengan pembentukan PIK-R dan Sekolah Siaga Kependudukan.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Supardi, mengatakan kedua program tersebut menjadi pintu masuk untuk memperkuat edukasi kependudukan, kesehatan reproduksi, dan pembinaan remaja di lingkungan Sekolah Rakyat.

"Perintah Pak Menteri langsung kami eksekusi. Di SRMP 11 Bandung Barat sudah dibentuk sekolah siaga kependudukan dan PIK-R. Melalui pembinaan forum genre kabupaten dan provinsi, PIK-R SEHATI, Sehat Hebat Aktif dan Peduli, siap memberikan konseling kesehatan reproduksi bagi para siswanya," tuturnya. (gin)


Editor : Inilahkoran