Rapid Test Covid-19, Dua WNA di Garut Reaktif

Sebanyak dua dari lima orang warga negara asing (WNA) di-rapid test Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut di Kecamatan Tarogong Kaler didapati reaktif.

Rapid Test Covid-19, Dua WNA di Garut Reaktif
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat. (zaenalmukhtar)

INILAH, Garut - Sebanyak dua dari lima orang warga negara asing (WNA) di-rapid test Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut di Kecamatan Tarogong Kaler didapati reaktif Covid-19. Sedangkan tiga WNA lainnya negatif atau nonreaktif.

Kedua WNA reaktif Covid-19 tersebut selanjutnya diharuskan menjalani isolasi mandiri di mes tempatnya tinggal di Tarogong Kaler. Keduanya lelaki berumur 42 tahun dan 31 tahun.

Kelima WNA diketahui berasal dari Bangladesh itu merupakan bagian dari beberapa kontak erat dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Selaawi.

Selain kelima WNA yang belum diketahui pasti mengenai visa dan izin tinggalnya di Indonesia/Garut itu, terdapat dua kontak erat lainnya di Tarogong Kaler yang juga dilakukan tes cepat. Hasilnya, kedua orang tersebut negatif.

"Terhadap dua WNA reaktif Covid-19 ini telah dilakukan pengambilan swab tenggorokan untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan mereka juga dibatasi untuk tidak keluar mess selama isolasi mandiri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat.

Menurutnya, selain di Kecamatan Tarogong Kaler, tes cepat juga dilakukan terhadap sebanyak 54 orang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Selaawi hasil penelusuran (tracing) di Kecamatan Selaawi. Hasilnya tes cepat menunjukkan semuanya nonreaktif.

Ricky menuturkan, berdasarkan data diperoleh dari Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sudah tervalidasi, hingga 18 April 2020 pukul 16.00 WIB, total kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai sebanyak 2.458 kasus, terdiri atas 316 kasus OTG (8 OTG baru dan 308 OTG lama), dan 2.095 kasus ODP (9 ODP baru dan 2.086 ODP lama). (zainulmukhtar) 


Editor : suroprapanca