Riuh IGD Menyimpan Banyak Harapan
KUNJUNGAN pasien ke IGD sejumlah rumah sakit di Kota Bogor meningkat. Di tengah lonjakan itu, pelayanan kesehatan tetap diupayakan berjalan maksimal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) kembali dipenuhi pasien. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kunjungan pasien di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor meningkat, hingga mencapai 7 persen pada akhir September lalu.
Lonjakan itu terlihat dari aktivitas pelayanan di RSUD Kota Bogor. Ratusan pasien datang setiap hari, sebagian besar merupakan peserta BPJS dan tidak semuanya berasal dari Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengecek langsung kondisi IGD RSUD Kota Bogor, Minggu (4/10).
Dia juga berinteraksi dengan pasien untuk melihat pelayanan yang diberikan.
“Rata-rata per hari sekitar 300 pasien kemarin dan 99 persen pasien BPJS.
Yang kedua, RSUD Kota Bogor menjadi rujukan rumah sakit di sekitaran Bogor Raya,” kata Jenal, dalam keterangan persnya.
Banyak pasien merupakan rujukan dari luar daerah. Namun, menurut Jenal, perbedaan domisili tidak boleh menjadi alasan bagi pasien untuk ditolak, terutama ketika belum memperoleh penanganan medis.
“Selama masih ditangani meskipun belum mendapatkan tempat tidur di IGD, masih bisa menunggu,” jelasnya.
RSUD Kota Bogor saat ini memiliki 503 kamar.
Dari jumlah tersebut, 214 kamar diperuntukkan bagi pasien BPJS Kelas III atau sekitar 40 persen dari total ketersediaan kamar.
Keterbatasan tersebut menjadi bagian yang terus diikhtiarkan Pemerintah Kota Bogor agar pelayanan kesehatan tetap maksimal, baik bagi warga Kota Bogor maupun masyarakat dari daerah sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena membenarkan adanya peningkatan kunjungan pasien sebesar 7 persen di sejumlah IGD rumah sakit pada akhir September.
Data Dinkes menunjukkan, 57 persen pasien berasal dari Kota Bogor, sedangkan 43 persen lainnya berasal dari luar kota.
Kasus yang ditangani cukup beragam, dengan ISPA dan gangguan pencernaan menjadi kasus terbanyak. Kasus campak dan DBD juga mengalami peningkatan. (gin)
Editor : Inilahkoran

