Robert Alberts Pastikan Tak Lagi Memonitor Latihan Skuat Persib

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku tidak bisa memonitor dengan baik proses latihan para pemainnya.

Robert Alberts Pastikan Tak Lagi Memonitor Latihan Skuat Persib
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts. (istimewa)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku tidak bisa memonitor dengan baik proses latihan para pemainnya. Pasalnya, proses latihan dilakukan secara mandiri akibat diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah Republik Indonesia.

Bahkan, dikatakan Robert, hampir seluruh pemainnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Termasuk dengan beberapa pemain asingnya.

"Setelah pekan pertama, kami mengikuti kinerja pemain. Setelah itu kami mendapat kabar beberapa tim lain di sini seperti PON diizinkan untuk berlatih, kami mendapat kabar juga Porda sama-sama diizinkan berlatih. Tapi kami satu-satunya tim profesional di Bandung tidak diizinkan untuk berlatih disebabkan kami tidak punya fasilitas berlatih. Itu menyulitkan bagi kami untuk memonitor pemain," ujar Robert.

Meski demikian, pelatih asal Belanda ini cukup lega lantaran para pemainnya memiliki program latihan masing-masing meski tim pelatih memberikan program untuk dijalankan para pemainnya.

"Semuanya memiliki program latihan masing-masing dan kami mengatakan pada pemain bahwa saat ini kami tidak akan memonitor latihannya. Karena kami belum tahu tanggal pasti dan apa yang akan terjadi soal kick off Liga," tuturnya.

Robert mengaku tidak terlalu banyak berharap meski PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan jadwal kick off Liga 1 2021-2022. Sebab, hal itu tidak menjamin bahwa kompetisi bisa benar-benar diselenggarakan.

"Saya melihat ke belakang tepatnya pada tahun lalu. Di bulan September seharusnya kami sudah memulai lagi Liga, tapi pihak otoritas di Indonesia masih punya wewenang untuk membatalkan izinnya, dua hari sebelum kick off dimulai," katanya.

Pelatih berusia 65 tahun ini tak ingin terus berharap dengan penyelenggaraan Liga 1 2021-2022. Terbukti, hingga saat ini kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu tak kunjung bisa terselenggara.

"Contohnya Euro 2020 sudah dimainkan, Copa America juga, lalu sekarang Gold Cup sudah bergulir. Jadi dimana-mana sudah mulai digelar, bahkan Olimpiade di Tokyo dalam waktu dekat segera dimulai. Tim-tim di Eropa juga sudah mulai agenda pramusim mereka untuk melakukan persiapan. Jadi ketika pemain maupun staf pelatih seperti saya mendengar itu (Liga ditunda), itu sangat menurunkan moril kami saat ini," tegasnya. (muhammad ginanjar)


Editor : suroprapanca