Robi Darwis Tak Mau Anggap Untung Regulasi Pemain Muda di Liga 1 2024/2025

Robi Darwis yang masuk dalam kategori pemain muda itu tak mau terlalu memikirkan regulasi yang sebelumnya U-23 menjadi U-22 tersebut. Sebab baginya di sepak bola tidak tergantung pada usia.

Robi Darwis Tak Mau Anggap Untung Regulasi Pemain Muda di Liga 1 2024/2025
Gelandang Persib Robi Darwis/Muhammad Ginanjar

INILAHKORAN, Bandung - Gelandang Persib, Robi Darwis tak mau anggap untung regulasi pemain muda yang kembali diterapkan Liga 1 2024/2025.

Robi Darwis yang masuk dalam kategori pemain muda itu tak mau terlalu memikirkan regulasi yang sebelumnya U-23 menjadi U-22 tersebut. Sebab baginya di sepak bola tidak tergantung pada usia.

“Kalau kita sudah masuk di Liga 1, mau pemain muda, mau pemain senior, semua punya hak yang sama, semua bekerja keras masing-masing,” kata Robi Darwis di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu, 3 Juli 2024.

Menurutnya, akan percuma jika pemain muda itu tidak bisa menunjukan kerja kerasnya selama dipercaya bermain. Sehingga membuat tim pelatih berpikir ulang untuk menurunkannya.

“Saya pribadi sekarang nggak terlalu berharap gimana, tapi untuk target ada. Pikiran saya ingin seperti pertama gabung di Persib, fokus dalam latihan, berikan yang terbaik. Pertandingan itu cuma bonus buat saya,” tegasnya.

Diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi masih mewajibkan kepada setiap tim untuk memainkan pemain muda selama 45 menit di Liga 1 2024/2025.

Namun batasan usia pemain muda itu mengalami perubahan. Sebelumnya U-23, kini pemain muda yang harus tampil sebagai starter itu berusia dibawah 22 tahun atau U-22.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa regulasi pemain U-22 itu sesuai dengan permintaan PSSI. Tujuannya sebagai persiapan untuk ajang seleksi Garuda Muda jelang SEA Games 2025 di Thailand.

"Kenapa jadi U-22? Karena PSSI mempersiapkan timnas untuk SEA Games 2025, karena regulasinya kelahiran 2003. Sehingga keharusan mereka main 45 menit di starting line up, kami ubah menjadi U-22,” kata Ferry.

Ferry Paulus juga memastikan setiap kontestan Liga 1 harus memiliki lima pemain kategori U-22 di dalam skuadnya. Bahkan, PT LIB akan berikan insentif tambahan jika para klub bisa turunkan lebih dari satu pemain U-22 di setiap pertandingannya.

"Klub sekurang-kurangnya ada lima pemain U-22, tapi yang main satu. Kemudian untuk bisa memberikan kontribusi untuk Timnas di U-22, kita memberikan insentif juga bagi klub-klub yang lebih banyak dari keharusan tadi. Misalnya bisa menurunkan pemain U-22 satu, dua, tiga di setiap pertandingan,” tutup Ferry.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti