Sah! Hengky Kurniawan Resmi Jabat Bupati KBB Definitif, Emil Pesan Tiga Hal
Melalui proses yang panjang, akhirnya Hengky Kurniawan resmi menjadi Bupati Kabupaten Bandung Barat definitif, pasca dilantik Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat Gedung Sate, Senin (7/11/2022).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Melalui proses yang panjang, akhirnya Hengky Kurniawan resmi menjadi Bupati Kabupaten Bandung Barat definitif, pasca dilantik Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat Gedung Sate, Senin (7/11/2022).
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Nomor 131.32-6092 Tahun 2022, melanjutkan sisa masa jabatan periode 2018-2023.
Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil menitipkan tiga poin utama yang diharapkan dapat dilakukan oleh Hengky, pasca dilantik menjadi Bupati KBB. Yakni menjaga integritas selaku pimpinan, mengoptimalkan perkembangan teknologi dalam memberikan pelayanan maksimal, serta memiliki kepekaan akan persoalan sosial yang dialami masyarakat.
Dia meyakini, bila ketiga hal tersebut dilakukan maka akan memberikan dampak signifikan dalam pembangunan KBB ke arah lebih baik, juga mengakselerasi kesejahteraan masyarakat. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir, krisis sempat terjadi dan memengaruhi sosial masyarakat, baik akibat pandemi Covid-19, juga ancaman resesi dan krisis energi yang berpotensi melanda di tahun depan.
“Setelah dinyatakan resmi menjadi Bupati Bandung Barat di sisa masa jabatan, kami menitipkan tiga hal agar dipedomani. Pertama, tetap menjadikan integritas sebagai pondasi dalam kepemimpinan. Gunakan ilmu, ilmu para ulama, ilmu dan teknologi untuk memastikan integritas pelayanan publik oleh ASN bisa berjalan dengan maksimal. Jadilah pemimpin yang melayani sepenuh hati, teruslah punya rasa empati dan sensitivitas yang baik kepada permasalahan masyarakat KBB, agar mereka merasa aman, nyaman memiliki pemimpin yang dekat dengan keseharian mereka. Saya kira, ini sudah saya amati dan sudah dilakukan dengan baik,” ujar Emil.
“Selalu profesional, mengupdate perkembangan yang terjadi diluar dan ditransformasikan menjadi sebuah sikap dan kebijakan. Jika tahun depan ada resesi, apa rencana KBB dalam menghadapinya. Sekarang sudah ada situasi, gelombang 4.0, apa sikap kebijakan pembangunan yang merespon itu. Kalau tiga hal tadi dipegang, Insya Allah menjadikan kabupaten ini sebagai kabupaten yang terbaik dalam manajemen pembangunan,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Emil turut mewanti-wanti agar Hengky tidak salah langkah selama menjadi Bupati KBB. Dia pun menekankan, integritas selaku pimpinan harus menjadi prioritas utama dalam bertindak. Sehingga persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya tidak lagi terulang, dalam periode kali ini.
“Proses pergantian ini terjadi dengan peristiwa hukum. Jadi saya minta Pak Hengky belajar dari itu, agar tidak mengulangi. Urusan integritas nomor satu. Kedua, tiap pemimpin mendapatkan ujian sesuai zamannya masing-masing. Ujian silih berganti, satu pandemi, kedua potensi resesi. KBB harus menghitung,” ucapnya.
Sementara pasca dilantik, Hengky mengaku banyak pekerjaan rumah yang telah menanti untuk segera dieksekusi, guna memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Dia pun meminta dukungan semua pihak, khususnya stakeholder terkait terutama dalam penuntasan janji politik di sisa waktu masa jabatan yang tinggal 10 bulan lagi.
“Baru saja saya dilantik menjadi Bupati Bandung Barat definitif. Mohon doanya, tentu PR kedepan masih banyak. Kita terus bekerja sesuai harapan masyarakat, harapan pemekaran juga. Tentu melihat waktu, mungkin saya menjabat hanya 10 bulan. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya berharap dukungan semua pihak, stakeholder baik DPRD KBB, DPRD Provinsi Jawa Barat, ketika ada masalah mari kita cari solusi bersama-sama, saling kompak. Termasuk stakeholder lain, TNI dan Polri kita harapkan dapat mewujudkan kondusivitas agar iklim investasi juga baik. Tentu semua pihak yang ikut membantu, dalam rangka mewujudkan cita-cita pemekaran KBB,” kata Hengky.
Selain itu, dia turut meminta pengertian semua pihak terhadap akselerasi pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkab KBB, khususnya revitalisasi jalan. Sebab dibutuhkan waktu dalam penuntasannya, seiring dengan adanya keterbatasan anggaran. Hanya saja Hengky memastikan, progres akan terus berjalan secara bertahap hingga tuntas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Mungkin hari ini menjadi perhatian publik terkait infrastruktur. Tentu atas nama pemerintah, kami menyampaikan bahwa semuanya kita lakukan secara bertahap, terus konsisten membangun. Kalau dibilang belum semua secara merata, memang betul karena anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur cukup besar. Kami menghitung bersama dinas terkait, dibutuhkan sekitar Rp1,5-Rp2 triliun, sehingga dilakukan bertahap. Jadi mohon doanya, karena krisis global sangat memengaruhi. Tapi diharapkan dengan kebersamaan, gotong-rotong ini dapat segera tuntas,” jelasnya.
“Ini juga sudah ada prosesnya, kalau kita lihat hari ini ada perubahan di wilayah selatan yang tadinya rusak, sekarang sudah bisa dilalui dengan mulus. Itu memakan anggaran Rp285 miliar. Ini kami harapkan bisa memahami, karena satu tahun anggaran menyelesaikan infrastruktur di KBB rasanya tidak rasional, karena melihat dana transfer yang diberikan pusat, provinsi dan PAD, itu ada keterbatasan. Tapi kami tetap mengusung optimisme, Bandung Barat ekonomi kuat di 2030. Kita harapkan di 2030, ada pemerataan baik itu di wilayah selatan, utara, tengah. Kita sudah merancang satu tahun pertama, apa yang akan kita lakukan, tahun berikutnya apa yang kita lakukan,” tandasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana

