Saluran Air Tertutup Bangunan Liar, Pemkot Bandung Siapkan Penertiban Besar-besaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menertibkan bangunan liar (bangli), dan pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran drainase.

Saluran Air Tertutup Bangunan Liar, Pemkot Bandung Siapkan Penertiban Besar-besaran
Pembongkaran bangli menggunakan alat berat sebagai upaya mengembalikan fungsi saluran air./ilustrasi

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menertibkan bangunan liar (bangli), dan pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran drainase. Langkah itu, dilakukan mengembalikan fungsi drainase sekaligus mengantisipasi potensi banjir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, hasil koordinasi dengan BMKG menunjukkan peluang hujan berintensitas tinggi pada musim kemarau tahun ini relatif kecil. Namun, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi karena hujan ekstrem masih mungkin terjadi.

"Ada sekitar 6 persen kemungkinan terjadi. Tetapi apabila itu terjadi, maka akan terjadi banjir yang luar biasa," kata Farhan, Kamis (9/7/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABM) melakukan pembenahan sistem drainase di berbagai wilayah. Hasil peninjauan menunjukkan, masih banyak Saluran Air yang tertutup bangunan liar maupun lapak PKL.

"Banyak drainase kita tertutup bangli dan PKL. Jadi terpaksa semua bangli dan PKL yang ada di atas saluran air itu ditertibkan," ucapnya.

Farhan memastikan, penertiban tidak dilakukan secara mendadak. Sebelum pembongkaran dilakukan, pemerintah kota telah mengirimkan surat peringatan kepada para pemilik bangunan maupun pedagang. "Kita sudah kirim surat ke-1, surat ke-2 dan surat ke-3," ujar dia.

Menurutnya, penataan kawasan juga menjadi bagian dari persiapan apabila pemerintah pusat membuka kembali operasional Bandara Husein Sastranegara pada Agustus atau September mendatang. Pihaknya ingin memastikan, wajah kota lebih tertata saat menyambut kedatangan penumpang.

"Jangan sampai orang mendarat lalu berkesimpulan Bandung belum siap. Itu yang tidak boleh terjadi," tandasnya.***


Editor : JakaPermana