Saluran Air Dangkal, 60 Rumah di Gang Pacilong Terendam Banjir
Sekitar 60 rumah di Gang Pacilong RT04/04, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal terendam banjir pada Senin (18/5/2026) malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekitar 60 rumah di gang Pacilong RT04/04, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal terendam banjir pada Senin (18/5/2026) malam.
banjir setinggi pinggang orang dewasa ini bersangsur surut setelah satu jam lebih bertahan, bahkan bangunan Posyandu luluh lantah dihantam arus air.
Ketua RT 04/04 Kelurahan Kebon Pedes, Nono Sutrisno memaparkan, mula-mulanya datang banjir itu setelah hujan deras dari sore, sampai menjelang Magrib air mulai naik.
"Nah, setelah shalat Magrib baru air naik tinggi. Awalnya datang air ini dari arah sekolah Tri Dharma. Jadi air tuh meluber keluar dari arah sekolah ke jalan, terus ke pemukiman warga airnya," ungkap Nono kepada INILAHKORAN pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Nono memaparkan, ketinggian air bertahan setinggi pinggang orang dewasa, bahkan sampai setelah Isya sekitar pukul 20.30 WIB baru surut airnya.
"Lama sekali air surut, kang. Datangnya cepat, surutnya lama. Ya, banjir kali ini sudah termasuk tinggi. Banjirnya sudah sepinggang orang dewasa ya. Sekitar 60 lebih rumah yang terdampak banjir kali ini," paparnya.
Nono menerangkan, bahwa banjir lintasan sudah terjadi berulang-ulang, bahkan kalau dihitung sudah puluhan tahun. Tapi untuk solusi konkretnya belum ada, hanya warga secara mandiri membersihkan gorong-gorong ataupun saluran air untuk meminimalisir genangan.
"Solusi pastinya belum tercapai. Kami melakukan langkah yang bisa mengurangi banjir," terangnya.
Noni menjelaskan, penyebab banjir di gang Pacilong ini adanya pendangkalan aliran air, mulai air Kali Cipakancilan sampai ke Kali Cibagolo. Kemudian pendangkalan saluran air dari pemukiman.
"Yang kedua juga penyebab banjir, adanya bangunan-bangunan rumah masyarakat yang ada di atas saluran air. Itu kami sebenarnya sudah minta ke Pemkot Bogor untuk bisa menormalkan kembali atau untuk membongkar. Minta itu ke kelurahan dan Dinas PUPR Kota Bogor, sudah pernah ajukan. Tapi belum terealisasi," jelasnya.
Nono membeberkan, langkah sekarang penanganan mungkin secara swadaya, hari Minggu kemarin setelah banjir lintasan pada Sabtu semua masyarakat turun masyarakat ke kali bebersih massal.
"Untuk pembersihan dan membuang sampah yang di saluran air dan kali sudah kami lakukan, tetapi ternyata hujan deras sekali dan terjadilah banjir," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

