Sambut Ramadan, Aktivasi Jelajah Rasa Dorong UMKM dan Gaet Gen Z di Bandung
Menjelang Ramadan 2026, tren konsumsi minuman manis saat berbuka puasa kembali meningkat. Momentum ini dimanfaatkan produsen minuman teh serbuk instan Teajus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang Ramadan 2026, tren konsumsi minuman manis saat berbuka puasa kembali meningkat. Momentum ini dimanfaatkan produsen minuman teh serbuk instan Teajus, untuk memperkuat pasar sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan penjualan.
Berdasarkan Survei GoodStats bertajuk Pola Perilaku Masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri 2025, teh menempati urutan kedua sebagai minuman favorit masyarakat saat berbuka puasa.
Sementara laporan Jakpat Gen Z Characteristics and Behaviors (2024) mencatat, teh manis sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi kalangan Gen Z.
Melihat potensi tersebut, salah satu produsen teh serbuk instan menggelar aktivasi bertajuk Jelajah Rasa yang menyasar anak muda dan pelaku UMKM, khususnya pemilik warteg dan warung nasi.
Marketing Manager Powdered Drink Category WINGS Group, The Budi Santoso mengatakan, program ini dirancang untuk memperkuat kemitraan dengan pedagang kecil, terutama di momentum Ramadan.
“Melalui Jelajah Rasa Teajus, kami khususnya menargetkan pemilik warteg dan warung nasi yang telah menjual produk Teajus, agar mereka bisa mendatangkan keuntungan lebih maksimal, apalagi di bulan Ramadan," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu 15 Februari 2026.
Terlebih penyajiannya sangat mudah, cukup dibuka, dituang dan diaduk dengan air sebelum disajikan.
Sebagai bentuk dukungan, ratusan warteg dan warung nasi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang meliputi Serang, Tangerang, Bekasi, Bandung, hingga Cirebon mendapat pembaruan tampilan warung dan perlengkapan operasional, seperti banner nama toko, kotak tisu, gelas, serta taplak meja.
Puncak kegiatan digelar di Lapangan Tegallega, Bandung pada Sabtu 14 Februari 2026 kemarin, yang dihadiri ribuan pengunjung serta puluhan pelaku UMKM. Acara tersebut diisi penampilan musik, kompetisi komunitas, permainan berhadiah, hingga sesi kreasi minuman bersama chef dan peracik minuman.
Chef Reza Ramdani menilai, minuman berbuka puasa memerlukan keseimbangan rasa agar tetap menyegarkan.
“Kunci dari minuman berbuka yang nikmat adalah keseimbangan antara rasa manis yang pas dan tekstur yang kaya. Dengan menggunakan Teajus Gula Batu sebagai bahan dasar, kita bisa menciptakan minuman sekelas kafe hanya dari rumah atau warung makan,” ujar Chef Reza.
Dalam sesi tersebut diperkenalkan sejumlah kreasi minuman dan hidangan penutup berbasis teh, mulai dari milk tea dengan cincau, minuman soda lemon, hingga dessert berbahan teh.
UMKM Kedai Maima, Irma Yanti mengaku merasakan manfaat dari keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.
“Sebelumnya saya memang sehari-hari jualan menu pangsit dan wonton chilli oil, karena rasanya pedas gurih jadi pelanggan juga suka ditemani minum yang segar kayak Teajus. Bikin tehnya juga praktis, nggak perlu celup-celup atau saring tapi rasa tehnya tetap keluar. Hari ini senang bisa ikut buka booth di Jelajah Rasa Teajus, karena bisa makin dikenal, terus pelanggan juga bisa lebih hemat karena menu makanan sudah sepaket sama Teajus,” ucapnya.
Selain memperkuat jejaring UMKM, kegiatan ini juga menyasar segmen anak muda melalui pendekatan hiburan dan kolaborasi kreator konten. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk teh serbuk instan di tengah persaingan pasar minuman siap saji selama Ramadan.***
Editor : JakaPermana


