Sariawan Sering Kambuh? Waspadai Kekurangan Vitamin hingga Tanda Penyakit Serius

Sariawan berulang bisa menjadi tanda kekurangan vitamin, stres, atau penyakit tertentu. Kenali penyebab, cara mencegah, dan kapan harus ke dokter.

Sariawan Sering Kambuh? Waspadai Kekurangan Vitamin hingga Tanda Penyakit Serius
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-sariawan sering dianggap sebagai gangguan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika luka di dalam mulut ini terus muncul berulang, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya kekurangan nutrisi, stres, hingga gangguan kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian lebih.

Mengutip laporan BBC, sekitar satu dari empat orang pernah mengalami sariawan atau aphthous ulcer. Sebagian besar kasus memang tidak berbahaya dan dapat sembuh dalam waktu tujuh hingga 10 hari. Meski demikian, sariawan yang sering kambuh sebaiknya tidak diabaikan karena dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Penyebab sariawan Berulang

Dokter umum sekaligus pendiri Coyne Medical, Lucy Hooper, menjelaskan bahwa sariawan dapat dipicu oleh berbagai faktor.

Selain luka akibat tergigit atau gesekan kawat gigi, sariawan juga dapat muncul karena:

1. Stres dan kelelahan.
2. Perubahan hormon.
3. Infeksi virus.
4. Efek samping obat tertentu, seperti ibuprofen.
5. Cedera pada jaringan mulut.

Selain faktor tersebut, pola makan juga berperan penting terhadap munculnya sariawan.

Kekurangan Nutrisi Bisa Memicu sariawan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kekurangan beberapa vitamin dan mineral dapat meningkatkan risiko sariawan berulang, di antaranya:

1. Vitamin B12.
2. zat besi.
3. folat (vitamin B9).
4. zinc (seng).

Orang yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan dianjurkan memastikan kebutuhan nutrisi tersebut tetap terpenuhi melalui makanan bergizi atau produk yang telah difortifikasi.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat sariawan

Ketika sariawan sudah muncul, beberapa jenis makanan dapat memperparah iritasi sehingga rasa nyeri semakin meningkat.

Makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi antara lain:

1. Buah sitrus seperti jeruk dan lemon.
2. Minuman bersoda.
3. Minuman beralkohol.
4. Makanan pedas.
5. Makanan terlalu asin.
6. Tomat.
7. Stroberi.

Sebaliknya, pilih makanan bertekstur lembut seperti bubur, sup, yoghurt, atau kentang tumbuk agar luka tidak semakin teriritasi. Hindari makanan keras dan renyah seperti keripik atau roti berkulit keras hingga sariawan sembuh.

Cara Mencegah sariawan Kambuh

Menjaga kebersihan mulut menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mengurangi risiko sariawan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi:

Menyikat gigi secara teratur.
Menggunakan benang gigi (dental floss).
Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.
Menggunakan pasta gigi tanpa kandungan sodium lauryl sulfate (SLS) jika sering mengalami sariawan, karena sejumlah penelitian menunjukkan bahan tersebut dapat memicu iritasi pada sebagian orang.


Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan perlu segera diperiksakan apabila:

1. Berukuran lebih dari 1 sentimeter.
2. Tidak sembuh setelah lebih dari dua minggu.
3. Disertai demam.
4. Muncul nyeri perut.
5. Disertai nyeri sendi.
6. Terus berulang tanpa penyebab yang jelas.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu atau kekurangan nutrisi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.

sariawan memang sering kali hanya berupa luka kecil di dalam mulut. Namun, jika keluhan terus berulang, jangan anggap sepele. Mengenali penyebab sejak dini, menjaga pola makan bergizi, serta merawat kebersihan mulut dapat membantu mencegah sariawan kambuh sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.***


Editor : JakaPermana