Sayonara Legenda

TANPA banyak cerita, Cristiano Ronaldo pergi dari Timnas Portugal.Pengabdian dua dekade itu seperti tak berarti.

Sayonara Legenda
Net

Ronaldo telah meninggalkan pemusatan latihan skuat Portugal jelang laga melawan Denmark, Jumat (2/10) dini hari WIB. Banyak yang meyakini sang legenda terlanjur kecewa lantaran tak lagi jadi pilihan utama pelatih Jorge Jesus.

Pada usianya yang kini 41 tahun, setiap langkah Ronaldo di lapangan hijau bukan lagi sekadar tentang mengejar bola, melainkan tentang menjaga api kebanggaan sebuah bangsa.

Namun kali ini, setelah tiga sesi latihan berturut-turut terlewati dalam sepi, sang legenda memilih mundur ke balik layar.

Keputusan ini diambil setelah sebuah obrolan hati ke hati dengan pelatih dan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF)—sebuah dialog yang pasti menyisakan pergulatan batin yang hebat bagi seorang pemenang sejati.

“Pada waktunya, saya akan menyampaikan kepada seluruh rakyat Portugal kebenaran mengenai alasan yang membuat saya meninggalkan tim nasional, yang selalu saya bela dengan penuh dedikasi,” tulis Ronaldo lewat akun Instagram-nya, Kamis (1/10). Untaian kata itu terdengar seperti janji dari seorang anak bangsa yang hatinya terluka, namun cintanya tak pernah pudar.

Bagi seorang megabintang yang terbiasa menjadi pahlawan di garda terdepan—seperti saat membungkam Wales—menonton rekan-rekannya berjuang dari bangku cadangan di Oslo melawan Norwegia tentu memberikan rasa sunyi yang berbeda.

Langkah cepatnya menuju lorong ruang ganti malam itu adalah potret kepedihan seorang pejuang yang masih ingin berkontribusi, namun terhalang oleh situasi yang tak lagi sama.

Meski pelatih Jorge Jesus sempat duduk bersama Ronaldo pada Selasa malam demi meredakan ketegangan skuad, takdir Rabu sore itu berkata lain.

Saat teman-teman seperjuangannya mulai menginjakkan kaki di rumput lapangan untuk berlatih menghadapi Denmark, Ronaldo justru melangkah ke arah sebaliknya.

Ia masuk ke dalam mobil federasi, meninggalkan stadion di saat impiannya dan impian timnya sedang dipertaruhkan.

Ronaldo pergi bukan karena menyerah. Di balik kepergiannya yang mendadak, ia tetap menitipkan pesan hangat dan dukungan paling tulus agar Portugal bisa menaklukkan Denmark di UEFA Nations League.

Ia pergi dengan kepala tegak, membawa rahasia yang disimpan rapat demi menjaga ketenangan tim, membuktikan bahwa bahkan dalam perpisahan sementara yang menyakitkan ini, cinta Ronaldo pada Portugal tetap berada di atas segalanya.

Jejak Karier Ronaldo adalah definisi hidup dari dedikasi tiada henti bagi sepak bola Portugal. Sejak memulai debutnya pada Agustus 2003 saat baru berusia 18 tahun melawan Kazakhstan, ia telah menjelma menjadi kapten, pemimpin, dan simbol terbesar olahraga negara tersebut.

Hingga saat ini, Ronaldo mencatatkan namanya sebagai pemain pria dengan penampilan (234 caps) dan gol internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola (146 gol).

Ronaldo mencetak gol internasional pertamanya pada Euro 2004 saat Portugal menjadi tuan rumah. Di turnamen besar pertamanya tersebut, ia berhasil membawa negaranya menembus babak final.

Setelah pensiunnya generasi emas seperti Luís Figo, Ronaldo resmi memegang ban kapten Portugal sejak tahun 2008.

Memikul harapan seluruh bangsa di pundaknya, ia memimpin tim melewati masa transisi dan secara konsisten membawa Portugal lolos ke turnamen-turnamen utama dunia.

Momen paling emosional dalam karier internasionalnya terjadi di Prancis pada Euro 2016. Meski harus ditarik keluar lapangan sambil menangis pada awal babak final akibat cedera lutut parah, Ronaldo tidak menyerah.

Dari pinggir lapangan, ia bertindak layaknya “pelatih kedua”, berteriak memberi instruksi, menyuntikkan semangat, hingga akhirnya Portugal keluar sebagai Juara Eropa untuk pertama kalinya.

Ronaldo kembali mempersembahkan trofi prestisius bagi negaranya dengan memenangkan edisi perdana UEFA Nations League 2019 di hadapan publiknya sendiri setelah menumbangkan Belanda di laga final.

Memasuki usia kepala empat, Ronaldo menolak tunduk pada usia. Ia memecahkan rekor dunia milik Ali Daei sebagai pencetak gol internasional terbanyak, menjadi pemain pria pertama yang tampil dan mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda, serta terus mempertajam rekor golnya hingga menyentuh 146 gol. (bsf)


Editor : Inilahkoran