Sebulan Jabar Diguncang 84 Bencana, Tersebar di 362 Kecamatan
Dari awal Januari hingga 3 Februari 2026 sebanyak 84 bencana menimpa Jawa Barat dan tersebar di 362 kecamatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 84 kejadian bencana alam di 362 kecamatan yang tersebar di kabupaten/kota.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengungkapkan, berdasarkan data sistem Barata, sejak 1 Januari hingga 3 Februari 2026 telah terjadi 84 kejadian bencana di Jawa Barat. Peristiwa tersebut tercatat melanda 362 kecamatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Menurut Teten, kondisi geografis Jawa Barat yang beragam, ditambah faktor cuaca yang belum stabil, menjadi pemicu utama tingginya kejadian bencana pada awal tahun ini.
“Selama periode awal tahun ini, kami mencatat 84 kejadian bencana yang didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” ujar Teten saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Data BPBD Jabar menunjukkan, banjir dan cuaca ekstrem menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi, masing-masing sebanyak 32 kejadian. Sementara itu, tanah longsor tercatat terjadi sebanyak 20 kali. Pada periode tersebut, BPBD tidak menemukan adanya kejadian kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, maupun erupsi gunung api.
Rangkaian bencana ini meninggalkan dampak yang cukup besar, terutama pada sektor permukiman dan infrastruktur. Teten menjelaskan, kerusakan bangunan tercatat dalam berbagai tingkat. “Kami mencatat ada 100 bangunan rusak berat, 156 bangunan rusak sedang, dan 386 bangunan mengalami rusak ringan akibat bencana,” katanya.
Dari sisi kemanusiaan, dampaknya juga tidak kecil. Sebanyak 167.846 warga dilaporkan terdampak, dengan luas wilayah yang tergenang mencapai 101.265 titik. Selain itu, bencana alam sepanjang awal 2026 telah menyebabkan 80 orang meninggal dunia, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas publik ikut merasakan dampaknya. BPBD Jabar mencatat kerusakan pada 44 rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta 26 fasilitas pendidikan. Selain itu, sekitar 128 hektare lahan dilaporkan terdampak, yang turut memengaruhi aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Warga diimbau mengikuti informasi resmi serta arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan sebagai langkah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana ke depan.
Editor : Ahmad Sayuti

