Sejenak Berhenti, Menata Kembali Kepercayaan

88 SEOUL 23 Paskal Bandung ditutup sementara setelah muncul keluhan kesehatan pelanggan. Manajemen kini mengevaluasi keamanan pangan.

Sejenak Berhenti, Menata Kembali Kepercayaan
HENTIKAN OPERASIONAL: Gerai 88 SEOUL di 23 Paskal Kota Bandung, dihentikan sementara sejak 7 Oktober 2026 setelah muncul keluhan kesehatan pelanggan.(ISTIMEWA)

Gerai 88 SEOUL di 23 Paskal, Kota Bandung, untuk sementara tidak melayani pelanggan. Sejak 7 Oktober 2026, operasional gerai dihentikan setelah manajemen menerima sejumlah keluhan kesehatan dari pelanggan yang berkunjung pada 2-4 Oktober 2026.

Penghentian operasional bukan sekadar menutup pintu gerai. Manajemen memanfaatkannya untuk mengevaluasi seluruh proses, sekaligus memastikan standar kualitas dan keamanan pangan kembali diperiksa secara menyeluruh.

Operation General Manager 88 SEOUL, Daniel Yahya mengatakan, penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan dan evaluasi.

“Sebagai bagian dari proses penanganan dan evaluasi, 88 SEOUL telah menghentikan sementara kegiatan operasional gerai 23 Paskal, Bandung sejak 7 Oktober 2026,” kata Daniel Yahya, Kamis (8/10).

Selama penghentian operasional, evaluasi dilakukan dari hulu hingga hilir. Proses penerimaan dan penyimpanan bahan baku diperiksa, begitu pula tahapan pengolahan hingga makanan disajikan kepada pelanggan.

Area gerai juga menjalani pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh. Prosedur keamanan pangan diperiksa kembali sebagai bagian dari langkah perbaikan setelah manajemen menerima laporan keluhan kesehatan pelanggan.

Tidak berhenti pada pemeriksaan prosedur, manajemen juga memperbarui seluruh persediaan bahan baku. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kehati-hatian sebelum gerai kembali beroperasi.

“Memperbarui seluruh persediaan bahan baku sebagai langkah kehati-hatian, dan memastikan seluruh bahan baku yang digunakan saat operasional kembali dibuka telah memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang ditetapkan,” ucapnya.

Keluhan kesehatan mulai diterima manajemen pada 5 Oktober 2026. Sejak laporan pertama masuk, tim customer care berkomunikasi dengan pelanggan untuk memahami kondisi yang dialami sekaligus memastikan setiap laporan mendapat tindak lanjut.

Komunikasi tidak hanya dilakukan melalui jarak jauh. Sejumlah pelanggan juga didatangi secara langsung oleh manajemen untuk mendengar kondisi dan kebutuhan mereka.

“Tidak hanya melalui komunikasi jarak jauh. Sebagai bentuk komitmen kami, manajemen juga telah mengunjungi sejumlah pelanggan untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan mereka sekaligus memberikan pendampingan serta dukungan yang diperlukan,” ujar Daniel.

(yogo triastopo/gin)


Editor : Inilahkoran