Sekda Herman Sambut Positif Nilai Ekspor Jabar Semester 1 2025, Tembus USD 18,65 Milia
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyambut positif catatan nilai ekspor pada semester 1 2025, yang menembus angka USD 18,65 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyambut positif catatan Nilai Ekspor pada semester 1 2025, yang menembus angka USD 18,65 miliar.
Dimana menurutnya ini kabar baik, karena nilai ekspor Jabar mengalami kenaikan 3,71 persen pada periode yang sama di 2024 lalu.
Sementara nilai impor Jabar di semester 1 2025 di USD 6,01 miliar, turun 2,63 persen di periode yang sama tahun lalu. Hal ini kata dia, membuktikan bahwa Jabar sedikt mengurangi ketergantungan dengan produk impor.
"Jadi surplus USD 12 miliar," ujar Sekda Herman dikutip Minggu 10 Agustus 2025.
Sisi lain dia juga mengaku bersyukur, karena berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, banyak catatan menggembirakan. Antaranya angka kemiskinan yang turun dari 7,08 persen ke 7,02 persen.
"Alhamdulillah pengangguran turun ya, 6,75 persen ke 6,74 persen. Di sisi yang lain, laju pertumbuhan ekonomi pun Alhamdulillah naik menjadi 5,23 persen. Di atas rata-rata nasional 5,12 persen," ucapnya.
Catatan positif ini lanjut Sekda Herman, tidak lepas dari empat kontribusi yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya belanja pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
"Dan kami terus pacu, agar serapan anggaran bisa optimal. Tentu dengan memperhatikan kualitas belanjanya. Karena outcome-nya harus jelas, benefit-nya harus jelas. Kami sendiri di provinsi ya sudah di angka 45,65 persen ya dan Insya Allah sekarang merangkak ke 50 persen ya, untuk belanja government spending," kata dia.
Selain belanja pemerintah, daya beli masyarakat, pengendalian inflasi dan investasi akan terus didorong, supaya laju pertumbuhan ekonomi di Jabar terus meningkat.
"Overall, karena empat komponen tadi positif. Laju pertumbuhan ekonomi Alhamdulillah 5,23 persen," ujarnya.
Kenaikan nilai ekspor Jabar di semester 1 2025, tidak lepas dari adanya lonjakan permintaan pada 10 komoditas nonmigas. Seperti golongan mesin dan perlengkapan listrik sebesar USD 402,64 juta atau 15,33 persen.
Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan alas kaki, sebesar USD 482,78 juta atau 42,82 persen.
Negara ekspor nonmigas tujuan terbesar masih Amerika Serikat, dengan nilai USD 3,02 miliar di semester 1 2025. Lalu Filipina USD 1,71 miliar dan Jepang USD 1,38 miliar. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
