Anak Main Medsos Sebelum Usia 14 Tahun Bikin Nilai Sekolah Drop, Ini Penyebabnya!

Anak-anak yang sudah memiliki akun media sosial di awal masa SMP cenderung meraih prestasi akademik yang lebih rendah dibanding teman-temannya yang menundanya.

Anak Main Medsos Sebelum Usia 14 Tahun Bikin Nilai Sekolah Drop, Ini Penyebabnya!
Dorongan kuat untuk terus mengecek notifikasi medsos disinyalir menjadi biang kerok utama yang merusak fokus dan daya konsentrasi belajar siswa. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - anak-anak yang sudah memiliki akun media sosial di awal masa SMP cenderung meraih prestasi akademik yang lebih rendah dibanding teman-temannya yang menunda bermain medsos

Mengutip dari The Guardian, fenomena 'tiada hari tanpa scrolling' serta dorongan kuat untuk terus mengecek notifikasi disinyalir menjadi biang kerok utama yang merusak fokus dan daya konsentrasi belajar siswa. Akibatnya, pemahaman materi menjadi kurang maksimal dan hasil ujian pun berisiko menurun.

Riset yang dipublikasikan di jurnal Nature Human Behaviour ini menganalisis kebiasaan digital lebih dari 5.000 siswa. Berikut Adalah hal utama dari temuan tersebut beserta relevansinya bagi anak-anak di Indonesia

Tertinggal Belajar Setara 6 Bulan

anak yang terbiasa bermain medsos sejak masa pra-remaja (11–12 tahun) mengalami penurunan nilai ujian matematika dan literasi. Ketertinggalan akademik mereka di usia 16 tahun diperkirakan setara dengan kehilangan waktu sekolah selama 6 bulan.

Penyebab Utama: Borgol Notifikasi dan Gangguan Fokus

Peneliti menemukan bahwa biang kerok utama dari penurunan prestasi ini adalah kebiasaan mengecek HP secara terus-menerus. Kondisi psikologis yang selalu waswas (state of alert) demi melihat update terbaru merusak daya konsentrasi, mengurangi kehadiran emosional di rumah, dan mengganggu waktu belajar mandiri.

Matematika Paling Terdampak, Bahasa Inggris Stabil

Penurunan nilai secara drastis terjadi pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Ibu (karena membutuhkan logika dan pemahaman mendalam). Uniknya, nilai Bahasa Inggris anak-anak ini cenderung stabil karena mereka mendapatkan paparan (exposure) bahasa asing secara tak sengaja dari konten internet.

Sangat Relevan dengan Realita di Indonesia

Di Indonesia, tidak sedikit anak usia SD dan awal SMP yang sudah aktif bermain TikTok, Instagram, hingga game online sampai larut malam. Kebiasaan begadang demi scrolling medsos ini memicu rasa mengantuk dan hilangnya fokus di kelas, yang berisiko memperburuk skor kemampuan Literasi dan Numerasi siswa pada Asesmen Nasional.

Meski beberapa negara seperti Australia telah melarang penggunaan medsos untuk anak di bawah 16 tahun, para ahli menyarankan bahwa langkah terbaik bagi orang tua dan pendidik bukanlah sekadar melarang total. Kunci utamanya adalah memberikan pendampingan aktif dan membatasi screen time agar anak dapat membangun kebiasaan ber-medsos yang sehat tanpa mengorbankan waktu tidur dan belajarnya.


Editor : Doni Ramdhani