Selain Faktor Hujan, Seklur Cibabat Sebut Lokasi Pergerakan Tanah Merupakan Bekas Galian Pasir

Bencana pergerakan tanah di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi yang terjadi sejak Kamis 4 April 2025 dikhawatirkan bakal terus meluas.

Selain Faktor Hujan, Seklur Cibabat Sebut Lokasi Pergerakan Tanah Merupakan Bekas Galian Pasir

INILAHKORAN, Cimahi - Bencana pergerakan tanah di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi yang terjadi sejak Senin 7 April 2025 dikhawatirkan bakal terus meluas.

Berdasarkan hasil assessment awal luas area terdampak bencana pergerakan tanah ini mencapai 240 meter persegi yang membuat 10 rumah warga di RT04/19 Kelurahan Cibabat mengalami kerusakan yang ditaksir mencapai Rp720 juta.

Secara rinci Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat, 1 bangunan rumah roboh, 2 rusak parah dan 7 diantaranya terancam rusak akibat pergerakan tanah susulan.

Kendati demikian, 12 kepala keluarga (KK) yang tinggal di 10 rumah tersebut sudah diungsikan guna mengantisipasi adanya korban jiwa.

Selain dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Cimahi, dugaan lain yang menjadi penyebab bencana pergerakan tanah pun menyeruak, salah satunya lokasi tersebut merupakan bekas galian pasir.

"Menurut informasi, kawasan ini dulunya merupakan bekas galian pasir, sehingga struktur tanahnya memang sudah labil," kata Sekretaris Lurah Cibabat, Ajie Dermawan.

Ajie menyebut, akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak subuh hingga sore itu menyebabkan satu rumah warga ambruk dan dua lainnya mengalami kerusakan cukup parah.

"Warga yang terdampak telah dievakuasi ke rumah sanak saudara atau orang tua mereka," ucapnya.

Tak cuma itu, pihaknya juga mengimbau warga sekitar untuk segera menyelamatkan barang-barang berharga guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.  

"Warga diminta untuk segera menyelamatkan surat-surat penting, barang elektronik seperti kulkas dan televisi, serta barang berharga lainnya yang masih bisa diamankan," ujarnya.

Hingga saat ini, sebut Ajie, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi masih melakukan pemantauan dan belum dapat mengambil tindakan lebih lanjut.  

"BPBD masih menunggu perkembangan. Rumah yang sudah rusak berat kemungkinan memang harus roboh terlebih dahulu sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut," sebutnya.

Ajie menuturkan, Kelurahan Cibabat telah menyalurkan bantuan darurat berupa air mineral dan karung untuk keperluan evakuasi barang sebagai respon cepat penanganan bencana. Sementara BPBD mulai mendistribusikan bantuan tambahan bagi warga terdampak.  

"Kami mengimbau warga di sekitar lokasi untuk mengungsi sementara, karena kondisi tanah masih sangat tidak stabil," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 rumah warga di RT04/19 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengalami rusak akibat bencana pergerakan tanah.

Akibatnya, 12 kepala keluarga atau KK terpaksa diungsikan ke rumah saudara atau kerabatnya. Tak cuma itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi memprediksi bencana pergerakan yang terjadi sejak Kamis 27 Maret 2025 sekitar pukul 04.30 WIB bakal terus meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil assessment awal luas area terdampak bencana pergerakan tanah ini mencapai 240 meter persegi.

"Untuk kategori kerusakan yang diakibatkan pergerakan tanah ini juga bervariasi mulai dari ringan hingga berat," kata Fithriandy, Selasa 8 April 2025.

"Yang mengalami kerusakan ada satu rumah, sementara dua rumah lainnya berpotensi terdampak, serta ada tujuh rumah yang juga berisiko," sambungnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti