Sempat Tolong Mobil di Jalan Malasari Kabupaten Bogor, Nurodin Cerita Jalan Itu Tak Tersentuh Perbaikan 12 Tahun
Jalan Malasari merupakan akses desa yang memiliki panorama alam indah. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyebutkan desa itu pun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk pertambangan emas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Jalan Malasari merupakan akses desa yang memiliki panorama alam indah. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyebutkan desa itu pun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk pertambangan emas.
Nurodin menyebutkan, Jalan Malasari itu pun menyimpan sejarah Kabupaten Bogor. Pasalnya, di desa itu terdapat rumah dinas Bupati Bogor pertama yang sudah 12 tahun tak pernah diperbaiki.
Akibatnya, pengedara roda dua, roda empat atau lebih pun terpaksa melintasi batu-batu kerikil berukuran cukup besar. Nurodin mengatakan, jalan semakin sulit dilalui karena medannya relatif curam. Apalagi, ketika Jalan Malasari itu diguyur hujan. Roda kendaraan akan selip karena tanah yang menempel sulit berputar di bebatuan.
Nurodin mengaku tak sedikit kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Malasari. Nasib baik apabila ketika kejadian ada warga yang menolong.
Nurodin merupakan salah satu orang yang pernah menolong sopir mobil pick up yang kendaraannya terjerembab ke jurang yang ada di pinggir Jalan Malasari tersebut karena tidak kuat menanjak.
Peristiwa itu terjadi Senin, 26 Juni 2023 lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Pasca mengevakuasi mobil pick up, Nurodin pun menjadi sopir joki mobil tersebut.
"Waktu itu saya arah pulang ke Desa Kiara Sari, Sukajaya yang kebetulan tetangga desa. Saya dan warga mengevakuasi mobik pick up yang masuk ke jurang. Karena sopirya saat itu masih trauma, akhirnya saya yang meyopiri mobil itu hingga ke atas tanjakan," kata Nurodin kepada wartawan, Kamis 6 Juli 2023.
Pasca kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut, ia pun menghubungi Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VI Dinas Pekerjaam Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor Punti Mahesa. Ia menanyakan apakah jalan tersebut masuk ke dalam rencana peningkatan.
"Ternyata, status jalan tersebut jalan desa, sedangkan Pemdes Malasari berkeyakinan status jalan tersebut merupakan milik Kabupaten Bogor. Akhirnya, saya meminta kebijakan, agar ada pemeliharaan pada ruas jalan tersebut untuk menghindari jatuhnya korban luka maupun jiwa karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Alhamdulillah, usulan disetujui dan akan dilaksanakan di Juli ini," terangnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Jaro Peloy itu juga mendesak Pemkab Bogor untuk mulai membuka beberapa peraturan daerah (Perda) yang sudah dususun eksekutif dan legislatif agar menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
"Salah satunya Perda Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten yang membolehkan sentuhan APBD untuk kebutuhan Infrastruktur dengan tidak melihat status jalannya. Karena selama ada objek strategis seperti Rumah Dinas Pertama Bupati Bogor yang merupakan aset wisata sejarah Kabupaten Bogor," kata Jaro Peloy.
Politisi PKB ini pun berharap, PT Antam UPBE Pongkor Tbk ke depan lebih konsentrasi ke dalam perbaikan insfrastruktur. Terutama ke desa-desa yang berada di ring pertama perusahaan tambang emas milik negara tersebut.
"PT Antam UPBE Pongkor memang menyalurkan dana CSR (corporate social responsbility) ke Desa Malasari. Tetapi titiknya bukan untuk peningkatan atau perawatan jalan tersebut," tukasnya.*** (reza zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani


