Sepekan Traffic Test, PUPR Kota Cimahi Klaim Bundaran Jati Kurangi Kemacetan di Jam Sibuk
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mengklaim uji coba lalu lintas atau traffic test di kawasan Bundaran Jati menunjukan tren positif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mengklaim uji coba lalu lintas atau traffic test di kawasan Bundaran Jati menunjukan tren positif.
Diketahui, Pemkot Cimahi melakukan intervensi teknis untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sejumlah titik rawan di kawasan Bundaran Jati sejak Senin 4 Agustus 2025 lalu.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, keberadaan Bundaran Jati mampu mengurangi antrean kendaraan pada jam sibuk, seperti pada pagi dan sore hari.
"Selama uji coba Bundaran Jati ini, kami melihat antrean berkurang signifikan pada waktu puncak," kata Jabatan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda Bidang Bina Marga, Made Wardana.
Selain itu, meski tidak ada bundaran di titik lain pihaknya tetap memiliki program pelebaran radius tikungan pada lokasi-lokasi yang menjadi simpul kemacetan.
"Untuk itu, akan dilakukan pembebasan lahan, khusus untuk memperbesar radius tikungan," ucapnya.
Selain intervensi pada Bundaran Jati, sambung Made, Pemkot Cimahi juga merencanakan pembangunan infrastruktur strategis berupa flyover di kawasan Cigugur, yang melintas di atas perlintasan sebidang kereta api.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menutup perlintasan tidak resmi yang kerap menimbulkan kemacetan sekaligus risiko keselamatan.
"Kami sudah memiliki rencana pembangunan fly over di Cigugur. Tahun ini akan dilakukan pendataan tanah dan proses appraisal atau penilaian harga tanah oleh konsultan," ucapnya.
Untuk tahapannya, sebut Made, saat ini masih sebatas penetapan lokasi dan penaksiran harga tanah lantaran anggaran pembebasan lahan belum tersedia.
Namun, jika hasil appraisal disepakati bersama pemilik lahan, maka pembayaran pembebasan tanah dapat dilakukan pada tahun 2026. Sedangkan untuk pembangunan fisik flyover dijadwalkan dimulai pada tahun 2027.
"Prosesnya berjenjang. Tahun ini appraisal, tahun depan pembayaran jika ada kesepakatan harga, dan fisiknya dimulai pada 2027," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


