Alami 5 Kepemimpinan Bupati, Sintha Ingatkan Tantangan Ketua Kadin Bogor Terpilih
Ketua Kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty ingatkan tantangan ekonomi menjelang Mukab IX September 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor Sintha Dec Checawaty akan mengakhiri masa kepemimpinannya setelah menjabat sejak 2021.
Ia mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031.
Sintha berharap Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kadin Kabupaten Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dapat menghasilkan sosok pemimpin yang memiliki kompetensi, tangguh, kreatif, inovatif, dan mampu membangun kolaborasi.
Saat ini, tiga nama telah mendaftar sebagai calon Ketua Kadin Kabupaten Bogor, yakni Hilal Firmansyah, Ridwan Rusliadi, dan Sulhajji Jompa.
Sintha, yang memimpin Kadin Kabupaten Bogor sejak 2021, mengatakan selama masa kepemimpinannya telah terjadi pergantian lima kepala daerah, mulai dari Ade Yasin, Iwan Setiawan, Asmawa Tosepu, Bachril Bakri hingga Rudy Susmanto.
Menurut dia, dinamika kepemimpinan daerah tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan yang akan dihadapi Ketua Kadin terpilih, terlebih kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil serta dinamika politik dan hukum.
"Ketua Kadin Kabupaten Bogor harus bisa beradaptasi dengan situasi yang tidak bisa diprediksi, ia harus memiliki kompetensi, tangguh, kreatif, inovatif dan kolaboratif, serta jangan sampai melanggar hukum," kata Sintha kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade dapat terus merangkul dan membangun kolaborasi dengan Kadin.
Menurut Sintha, Kadin memiliki posisi sebagai mitra strategis pemerintah dan dapat berkontribusi tidak hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam bidang sosial.
Ia mencontohkan sejumlah kontribusi Kadin Kabupaten Bogor selama masa kepemimpinannya. Salah satunya turut membantu pengendalian inflasi daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kadin Kabupaten Bogor juga aktif membantu masyarakat dan pemerintah daerah ketika pandemi COVID-19. Bantuan yang diberikan antara lain berupa sembako, oksigen, peti mati, hingga dukungan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Selain itu, Kadin turut memberikan masukan terhadap sejumlah kebijakan Pemkab Bogor, termasuk terkait harga satuan material infrastruktur dan kenaikan tarif pajak air tanah (PAT).
"Kadin tak hanya bisa berperan dalam bidang ekonomi seperti membuka lapangan kerja, mencetak pengusaha atau wirausaha baru dan lainnya, tetapi juga berperan di bidang sosial, seperti pengentasan angka kemiskinan, bayi stunting maupun meminimalisir angka kematian ibu dan anak," ujar Sintha.
Ia berharap kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor berikutnya mampu mempertahankan peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab tantangan ekonomi dan sosial di Kabupaten Bogor.
Editor : Ahmad Sayuti

