Serangan Wabah Covid Sasar Sekolah, Pemkot Bogor Hentikan Sementara PTM 100 Persen

Pemkot Bogor memberhentikan sementara PTM 100 dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA menyusul lonjakan kasus Covid 19

Serangan Wabah Covid Sasar Sekolah, Pemkot Bogor Hentikan Sementara PTM 100 Persen
Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor,Bima Arya menyampaikan keputusan Pemkot Bogor memberhentikan sementara PTM 100 persen menyusul serangan wabah Covid 19 ke sejumlah sekolah.

INILAHKORAN,Bogor,- Serangan wabah Covid 19 sasar sekolah, Pemkot Bogor akhirnya hentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Keputusan pemberhentian sementara PTM 100 persen dilakukan setelah Pemkot Bogor dan Forkopimda Kota Bogor melakukan rapat evaluasi di Taman Eskpresi, Senin 31 Januari 2022.

Pemkot Bogor pun memastikan, pemberhentian sementera PTM 100 persen berlaku untuk semua sekolah dari berbagai jenjang mulai dari SD, SMP dan SMA.

Baca Juga: Egy Maulana Bakal Lamar Adiba Khanza dalam Waktu Dekat, Begini Kata Umi Pipik

Alasan paling kuat pemberhentian sementara PTM di Kota Bogor tak lain karena angka Covid 19 yang terus meningkat tajam. Hingga Minggu 30 Januari 2022 saja tercatat ada 120 kasus Covid 19 di lingkungan sekolah.

Ketua Satgas Covid 19 Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, hasil rapat Forkopimda Kota Bogor menyapakati untuk menghentikan sementara PTM Kota Bogor dari semua tingkatan mulai dari SD, SMP sampai SMA/SMK sederajat.

Bima Arya mengatakan, rapat juga membahas startegi Kota Bogor untuk membendung, menahan dan memperlambat penambahan kasus Covid 19.

Baca Juga: Vaksinasi Asyik ala Kabupaten Bogor! Anak Usia 6 hingga 11 Tahun Disuntik di Tempat Wisata

"Poin kedua saya sampaikan pesan kuat akan situasi sekarang ini yang paling penting bahwa harus diambil langkah dan kebijakan kami ke arah menahan, membendung dan memperlambat," ungkap Bima Arya seusai rakor.

"Kalau dibully dan kritik sudah resiko kami, konsekuensi dari mencegah mudorot dan mengutamakan keselamatan yang lebih besar," tegas Bima Arya.

Dia menerangkan, langkah pertama, pihaknya mempercepat proses konversi tempat tidur untuk pasien Covid-19 dengan data update setiap hari.

Baca Juga: Tragis! Miss USA 2019 Tewas Usai Lompat dari Lantai 60, Unggahan Terakhirnya Jadi Sorotan

Kedua menurut Bima Arya, catatan RSUD Kota Bogor dan Dinkes melakukan pemetaan analisis dan fatality rate.

"Ini dilakukan agar rumah sakit tidak penuh dengan pasien yang sebetulnya gejala ringan, untuk gejala ringan sebetulnya bisa Isoman," tegasnya.

"Jangan sampai nanti yang benar butuh tidak kebagian. Karena hal ketiga itu perlu sosialisasi masif siapa saja yang bisa mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan atau faskes," terangnya.

Baca Juga: Suami Jangan Panik! Begini Tips Manjur Menghadapi Istri Menangis ala Ustadz Handy Bonny

Bima Arya menambahkan, hal keempat sesuai arahan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, pihaknya kembali lagi memperketat mobilitas seperti di masa virus delta. Saat weekend pedestrian SSA ditutup, taman ditutup dan patroli rutin ke mall.

"Untuk waktu malam dipesan ke Tempat Hiburan Malam (THM) patuhi aturan dan Protokol Kesehatan (Prokes) ditegakkan juga," tandasnya.

"Hal kelima kami geber vaksin, dosis pertama kami sudah 90 persen dan dosis dua 70 persen digenjot vaksin anak. Agar lebih siap memasuki PTM dibulan April atau Mei 2022 nanti," jelasnya.

Baca Juga: Gejala Ringan Varian Omicron Sembuh dengan Obat Warung? Begini Penjelasan dr Khalid Mohammad Shidiq

Bima juga membeberkan, untuk vaksin boostrr didorong untuk pendidik dan umum. Karena nanti Rumah Sakit akan full sesuai prediksi dan treatment untuk Isoman juga harus baik. Bagaimana pihaknya bisa menyampaikan ke semua warga telemedicin seperti apa.

Jadi begitu dia harus Isoman dia mengakses mana, telemedicin harus menjangkau seluruh rumah. Prediksi dirinya kasus bisa sampai 10 ribu dengan hitungan satu rumah satu.

"Berikutnya para camat harus aktivasi relawan melakukan monitoring ini. Kepada Bu Sekda saya pastikan imbauan ke lingkungan perkantoran Pemkot Bogor membatasi rapat fisik di ruang tertutup dan imbauan ke perkantoran swasta," tambah Bima.

Baca Juga: Gejala Ringan Varian Omicron Sembuh dengan Obat Warung? Begini Penjelasan dr Khalid Mohammad Shidiq

"Karena itu PCR harus dirutinkan lagi dilingkungan kami. Yang paling penting adalah Insya Allah kamk sepakati tunda PTM SD, SMP, SMK dan semua termasuk pesantren sampai jangka waktu yang tidak ditentukan," imbuhnya

"Kami melindungi keluarga di rumah karena mengatur anak-anak di dalam kelas jauh lebih sulit dibanding mengatur masyarakat di restoran dan mall. Ini situasi tidak biasa saja," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, ketika mengambil putusan menunda PTM tingkat Kota Bogor antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan KCD harus seragam. Jadi harus seragam, keseluruhan termasuk pesantren.

Baca Juga: Tips Menjaga Nilai Diri ala Ustadzah Haneen Akira, Dijamin Allah Muliakan di Akhirat

"Mengingat kejadian lalu ada kasus di pesantren. Guru vaksinasi sudah mencapai 90 persen, melihat kondisi saat ini, bisa diasumsikan sekolah sudah steril tapi dirumah belum tentu. Kami akan konsolidasikan keputusan dari pak wali dan kami kumpulkan semua kepala sekolah SMP dan SD," tuturnya.***(Rizky Mauludi)

 


Editor : inilahkoran