Sering Cepat Marah? Ini 5 Alasan Medis Penyebab Bad Mood dan Solusinya

Sering merasa senewen tanpa alasan? Pelajari 5 alasan medis di balik cranky atau bad mood serta cara mengatasi kondisi tersebut secara efektif.

Sering Cepat Marah? Ini 5 Alasan Medis Penyebab Bad Mood dan Solusinya
Sering Cepat Marah? Ini 5 Alasan Medis Penyebab Bad Mood dan Solusinya

INILAHKORAN.ID - Rasa gampang marah, senewen, atau bad mood alias cranky sering kali dianggap sebagai hal yang wajar atau sekadar sifat emosional sesaat. 

Namun, sains menunjukkan bahwa suasana hati buruk yang muncul tanpa sebab yang jelas umumnya dipicu oleh proses biologis yang sedang terjadi di dalam tubuh.

​Berikut adalah 5 alasan medis di balik rasa gampang marah serta solusi praktis untuk mengatasinya.

​1. Kurang Tidur yang Menumpuk

Banyak orang merasa bisa beraktivitas normal meski hanya tidur 4 hingga 5 jam semalam. Padahal, kurang tidur berkelanjutan membuat otak tidak sempat memulihkan fungsinya secara optimal. Kondisi ini memicu peningkatan hormon stres, menurunkan toleransi emosi, dan membuat seseorang lebih mudah sensitif serta agresif.

​Solusi: Usahakan tidur berkualitas selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Ciptakan suasana kamar yang tenang, redupkan lampu, dan matikan perangkat elektronik sebelum tidur.

​2. Kondisi Hangry akibat Kadar Gula Darah Anjlok

Saat terlambat makan, kadar glukosa dalam darah akan menurun drastis. Otak menanggapinya sebagai sinyal darurat dan memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon inilah yang memicu rasa gelisah, sulit berkonsentrasi, dan emosi yang meluap-luap.

​Solusi: Makan secara teratur dengan porsi seimbang. Pilihlah makanan utuh yang kaya nutrisi seperti buah, sayur, dan protein bebas lemak daripada makanan cepat saji.

​3. Konsumsi Kafein Berlebihan

Meskipun secangkir kopi bisa meningkatkan energi, konsumsi kafein berlebih dapat merangsang sistem saraf secara berlebihan dan menimbulkan rasa cemas. Efek putus kafein (caffeine withdrawal) juga kerap membuat seseorang menjadi gampang tersinggung ketika tubuh mulai kekurangan asupan harian tersebut.

​Solusi: Batasi asupan kafein harian hingga maksimal 400 mg (setara dengan 3–4 cangkir kopi standar) dan hindari minum kopi di sore atau malam hari.

​4. Fluktuasi Hormon

Perubahan hormon seksual pada wanita memegang peranan besar terhadap stabilitas emosi. Menjelang menstruasi, penurunan kadar hormon progesteron secara mendadak dapat memicu kecemasan dan suasana hati yang tidak stabil. Begitu pula saat memasuki masa menopause, penurunan kadar estrogen dan progesteron secara alami mempengaruhi pengatur suasana hati di otak.

​Solusi: Lakukan olahraga teratur, teknik relaksasi seperti meditasi, dan pastikan istirahat cukup untuk membantu menyeimbangkan fungsi hormon.

​5. Adanya Gangguan Suasana Hati (Mood Disorder)

Jika rasa gampang marah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab jelas dan sulit diatasi, kondisi ini bisa menjadi indikasi awal dari gangguan suasana hati, seperti depresi atau gangguan bipolar. Ketidakseimbangan senyawa kimia di otak seperti serotonin dan dopamin kerap melatarbelakangi hilangnya kendali emosi ini.

​Solusi: Konsultasikan kondisi kesehatan mental Anda kepada profesional medis atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


Editor : Firda Rachmawati