Reaksi Warga Kota Bandung Menunggu Perubahan Nyata Pembangunan BRT Bandung Raya
Rencana kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya pada 2028 mulai menjadi perbincangan warga. Kehadiran BRT diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya pada 2028 mulai menjadi perbincangan warga. Kehadiran BRT diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan yang kerap melanda Kota Bandung, terutama di jam sibuk pagi dan sore.
Sejumlah warga menyatakan optimisme mereka, terutama jika BRT mampu berjalan tepat waktu dan jalurnya bebas macet. Sari, seorang ibu rumah tangga yang sering mengantar anak sekolah dan berbelanja di pusat kota menyebut kehadiran BRT akan sangat memudahkan aktivitas sehari-hari.
“Kalau BRT bisa tepat waktu dan jalurnya bebas macet, saya pasti akan pakai setiap hari. Anak-anak sekolah dan aktivitas belanja tentunya jadi lebih mudah buat saya," kata Sari pada Rabu 28 Januari 2026.
Harapan serupa muncul dari pekerja kantoran yang berharap perjalanan ke kantor menjadi lebih cepat. Irfan Dwi yang setiap hari berangkat ke pusat kota mengatakan, waktu tempuh yang lebih singkat bisa memberikan dampak positif bagi kualitas hidup.
“Perjalanan ke kantor bisa lebih cepat tanpa harus macet di jalan. Bayangkan, hampir satu jam waktu yang bisa dihemat setiap hari. Kalau begitu, hidup di Kota Bandung akan lebih nyaman," kata Irfan Dwi.
Di sisi lain, beberapa warga mengingatkan bahwa keberhasilan BRT tidak hanya ditentukan oleh tampilan bus. Pay Tezar, seorang wirausahawan menekankan pentingnya perubahan pada sistem dan manajemen. Bukan sekadar ganti warna atau logo bus.
“Kalau nanti busnya cuma ganti warna atau logo tapi sistemnya sama seperti DAMRI sekarang, buat apa repot? Yang penting jalur dan manajemennya harus benar-benar berbeda," kata Pay Tezar.
Selain itu, integrasi transportasi menjadi sorotan utama. Ia menilai tanpa konektivitas dengan angkot maupun kereta, masyarakat kemungkinan tetap memilih kendaraan pribadi.
“Kalau BRT tidak terintegrasi dengan angkot atau kereta, orang pasti akan pilih kendaraan pribadi lagi. Harus ada sistem yang memudahkan semua orang, bukan cuma penumpang tertentu,” ucapnya.
Rencananya BRT Bandung Raya akan mulai beroperasi pada 2028 dengan jaringan yang menjangkau titik-titik strategis di Kota Bandung. Transportasi massal tersebut, diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.***
Editor : JakaPermana

