BRT Bandung Raya Dapat Suntikan Stasiun Pengisian Daya dari Korea

Proyek BRT Bandung Raya memasuki tahap penguatan infrastruktur pendukung. Pemerintah Chungnam, Korea Selatan menyerahkan hibah stasiun pengisian daya armada.

BRT Bandung Raya Dapat Suntikan Stasiun Pengisian Daya dari Korea
Peresmian fasilitas stasiun pengisian daya untuk armada BRT Bandung Raya yang ditempatkan di Depo Leuwipanjang, Rabu (14/7/2026). (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Proyek BRT Bandung Raya mulai memasuki tahap penguatan infrastruktur pendukung. Pemerintah Chungnam, Korea Selatan, menyerahkan hibah stasiun pengisian daya armada. 

Fasilitas stasiun pengisian daya tersebut ditempatkan di Depo Leuwipanjang. Nantinya akan diperluas ke Depo Cicaheum sebagai bagian dari persiapan operasional transportasi massal berbasis listrik. BRT Bandung Raya ditargetkan melayani mobilitas warga mulai pertengahan 2027.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan, stasiun pengisian daya bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah Indonesia, Pemprov Jabar, dan Pemerintah Chungnam, Korea Selatan.

"Hibah dari Chungnam Korea ini akan dipasang di dua tempat, untuk fasilitas pengisian daya bus yang akan digunakan untuk melayani angkutan publik wilayah Bandung Raya," ujar Muiz di Depo Leuwipanjang, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pembangunan sistem BRT Bandung Raya saat ini terus berjalan secara simultan. Selain penyediaan fasilitas pengisian daya, pemerintah juga tengah menuntaskan pembangunan depo, halte, serta jalur khusus atau dedicated lane yang menjadi elemen utama operasional BRT.

Kehadiran stasiun pengisian daya dinilai menjadi komponen krusial dalam mendukung transformasi transportasi perkotaan menuju sistem yang lebih efisien, rendah emisi, dan terintegrasi.

Muiz menegaskan, pemerintah terus mengupayakan agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga BRT Bandung Raya dapat beroperasi pada pertengahan 2027.

"Diupayakan, sambil proses. Kita lihat perkembangan seperti apa. Mudah-mudahan bisa tercapai. Menjadi alternatif, konversi kendaraan pribadi ke angkutan umum," harapnya.

Jika target tersebut terealisasi, BRT Bandung Raya diharapkan menjadi instrumen penting dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan tingkat kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama kawasan metropolitan Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dhani Gumelar menilai hibah stasiun pengisian daya itu menjadi bukti kuat kolaborasi lintas negara dan lintas pemerintahan dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi.

Dia mengungkapkan, selain menyiapkan koridor utama BRT, Pemprov Jabar bersama pemerintahan kabupaten/kota di Bandung Raya juga telah merancang sistem feeder yang akan terhubung langsung dengan layanan BRT.

Saat ini, dua koridor feeder telah disiapkan dan akan menjadi bagian dari jaringan transportasi yang terintegrasi ketika BRT mulai beroperasi penuh pada 2027.

"Nanti juga akan kita tambah. Nah, itu tadi, yang sempat saya sebutkan bahwa salah satu bentuk kolaborasi atau dukungan dari pemerintah daerah terutama kabupaten/kota adalah dukungan terhadap feeder. Jadi nanti, satu sistem antara BRT dengan angkutan lokal," katanya.

Dhani menegaskan, konsep yang dibangun tidak sekadar menghadirkan bus baru, tetapi membentuk ekosistem transportasi publik yang terkoneksi dari hulu ke hilir. Integrasi tersebut mencakup layanan feeder, sistem pembayaran, halte, hingga konektivitas dengan berbagai simpul transportasi strategis.

Pemprov Jabar pun menargetkan BRT Bandung Raya dapat mengadopsi pola layanan seperti TransJakarta yang mampu menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu sistem terpadu.

"Harapannya bisa berkaca ke Jakarta ya. Terhubung dengan beberapa simpul transportasi yang ada di Bandung. Baik itu kereta, maupun nanti bandara," harapnya.

Masuknya hibah stasiun pengisian daya dari Korea Selatan menandai langkah konkret menuju operasional BRT Bandung Raya. Di tengah upaya mengurai kemacetan dan menekan emisi kendaraan, proyek tersebut menjadi salah satu agenda strategis transformasi transportasi publik Jabaryang kini mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju kesiapan operasional. 


Editor : Doni Ramdhani