Penghasilan Merosot, Pedagang Terminal Cicaheum Terpaksa Pangkas Pengeluaran Harian

Penurunan aktivitas di Terminal Cicaheum setelah sebagian armada bus dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang, memaksa para pedagang melakukan berbagai penyesuaian

Penghasilan Merosot, Pedagang Terminal Cicaheum Terpaksa Pangkas Pengeluaran Harian
Penurunan aktivitas di Terminal Cicaheum setelah sebagian armada bus dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang, memaksa para pedagang melakukan berbagai penyesuaian

INILAHKORAN.ID - Penurunan aktivitas di Terminal Cicaheum setelah sebagian armada bus dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang, memaksa para Pedagang melakukan berbagai penyesuaian mempertahankan usaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut, dirasakan langsung Pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari penumpang, sopir dan kenek yang beraktivitas di kawasan terminal.

Salah seorang Pedagang, Iwan Mardiono mengatakan, pendapatan yang diperoleh saat ini mengalami penurunan sangat tajam dibandingkan sebelum perpindahan armada dilakukan. Berkurangnya jumlah orang yang datang ke Terminal Cicaheum, berdampak langsung terhadap penjualan makanan, minuman dan berbagai kebutuhan yang biasa disediakan Pedagang.

“Kalau dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, saat ini pendapatan kami bisa dikatakan tinggal sekitar 20 persen saja. Sebagian besar pengunjung yang sebelumnya datang ke Terminal Cicaheum, kini beralih ke Terminal Leuwipanjang mengikuti perpindahan armada bus,” kata Iwan Mardiono, Kamis (18/6/2026).

Kondisi tersebut, membuat para Pedagang harus mencari cara bertahan di tengah menurunnya pemasukan. Berbagai pengeluaran yang sebelumnya dianggap biasa, kini mulai dikurangi agar kebutuhan pokok keluarga tetap dapat terpenuhi meskipun pendapatan usaha terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Iwan mengaku, dirinya melakukan penghematan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Langkah itu dilakukan karena hingga kini para Pedagang masih menunggu kejelasan terkait kompensasi, maupun skema relokasi yang akan diberikan kepada pihak yang terdampak oleh perubahan aktivitas di terminal tersebut.

“Secara pribadi, saya bahkan mengurangi konsumsi kopi dan rokok sebagai bagian dari upaya berhemat. Di sisi lain, keluarga juga harus memahami kondisi yang sedang kami hadapi. Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai kompensasi, sehingga kami hanya bisa melakukan efisiensi dalam berbagai kebutuhan rumah tangga,” ucapnya.

Menurut dia, penghematan menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari selama pendapatan belum kembali normal. Dengan kondisi usaha yang jauh menurun, Pedagang berupaya menyesuaikan pengeluaran agar tetap dapat mempertahankan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.

“Dengan pendapatan yang jauh menurun seperti sekarang, langkah penghematan menjadi satu-satunya cara agar kami tetap bisa bertahan,” ujar dia.

Dia berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ekonomi para Pedagang yang terdampak perpindahan armada. Selain menunggu kepastian kompensasi, para Pedagang juga berharap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan sumber penghidupan yang selama ini bergantung pada aktivitas di Terminal Cicaheum.***


Editor : JakaPermana