Farhan Targetkan Jalan Kota Bandung Kembali Mulus Setelah BRT Rampung 2027
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan, perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung dapat berjalan optimal setelah pembangunan bus rapid transit (BRT)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan, perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung dapat berjalan optimal setelah pembangunan bus rapid transit (BRT) selesai. Sinkronisasi antara perbaikan jalan dan proyek transportasi massal tersebut, menjadi kunci agar pekerjaan tidak dilakukan berulang.
Dia mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah memprioritaskan perbaikan pada 17 ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Ruas-ruas tersebut, dipilih karena menjadi jalur yang banyak digunakan masyarakat setiap hari.
“Sekarang kita lagi fokus ke 17 ruas jalan. Kenapa 17 ruas jalan? Karena itu 17 ruas jalan yang paling ramai,” kata Farhan, Kamis (9/7/2026).
Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian adalah kawasan Dago. Kawasan tersebut, menjadi prioritas karena memiliki aktivitas kendaraan yang tinggi. Namun, kondisi jalan di Dago mengalami kerusakan akibat beban lalu lintas yang cukup berat termasuk kendaraan besar yang melintas.
“Itu sebabnya Dago duluan. Tetapi karena sangat ramai dan banyak mobil-mobil besar lewat ke situ, jadi ambrol,” ucapnya.
Farhan menjelaskan, penanganan di kawasan Dago tidak hanya dilakukan dengan pengaspalan. Tetapi juga membutuhkan penguatan struktur jalan. Khususnya ruas menuju Dago Bengkok, pemerintah melakukan perbaikan konstruksi agar jalan lebih kuat dan mampu menahan beban kendaraan.
“Nah sekarang Dago, yang ke arah Dago Bengkok dindingnya sedang diperkuat dengan suntikan-suntikan cor beton. Jadi memang lama. Disuntik, disuntik, disuntik, cor beton untuk memperkuat semuanya,” ujar dia.
Dia berharap, proses penguatan struktur jalan tersebut dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses jalan yang lebih nyaman dan aman.
Di sisi lain, Farhan mengakui sejumlah ruas jalan yang sudah masuk daftar perbaikan belum seluruhnya dapat dilakukan pengaspalan. Hal itu karena pekerjaan tersebut, harus menyesuaikan dengan pembangunan BRT yang sedang berjalan.
Menurutnya, beberapa ruas seperti Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman dan Otista harus dikerjakan secara bersamaan dengan proyek BRT agar tidak terjadi pekerjaan yang tumpang tindih.
“Pengaspalan sekarang yang sebetulnya agak membuat gemas, kita masih menunggu pengaspalan BRT. Seperti kita lihat di Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, Otista itu harus bersamaan dengan pelaksanaan BRT,” jelasnya.
Dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, karena beberapa titik jalan yang membutuhkan perbaikan belum bisa langsung dikerjakan. Koordinasi dengan pelaksana BRT, masih diperlukan sebelum pekerjaan dimulai.
“Mohon maaf sekali. Saya sudah memasukkan ke dalam daftar, tapi ternyata belum boleh dikerjakan. Karena kita harus bekerja sama dengan pelaksana BRT,” ujar dia.
Farhan berharap, pembangunan BRT dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi perbaikan infrastruktur Kota Bandung. Setelah proyek tersebut selesai, kondisi jalan di sejumlah titik strategis diharapkan dapat kembali lebih baik.
“Tapi kalau BRT jadi, mudah-mudahan tahun 2027 selesai semuanya sudah mulus,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

