1.036 Pasangan Sudah Nikmati Layanan Pelaminan Jempol Sejak 2018

Program Pelaminan Jempol Disdukcapil Kota Bandung telah melayani 1.036 pasangan sejak 2018. Layanan pencatatan perkawinan kini diperluas ke gereja dan kecamatan

1.036 Pasangan Sudah Nikmati Layanan Pelaminan Jempol Sejak 2018

INILAHKORAN.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mencatat, layanan pelayanan administrasi pencatatan perkawinan jemput bola (Pelaminan Jempol) telah melayani 1.036 pasangan sejak 2018.

Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan, layanan hadir sebagai upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Khususnya pasangan non Muslim yang hendak mencatatkan perkawinannya.

"Tujuan kegiatan ini, adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat Kota Bandung yang merupakan pasangan non Muslim dalam proses pencatatan perkawinan sekaligus memperoleh dokumen administrasi kependudukan secara terpadu," kata Tatang Muhtar, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, layanan yang diberikan tidak hanya pencatatan akta perkawinan. Pasangan juga bisa mendapatkan pemutakhiran kartu keluarga (KK), penerbitan atau pemutakhiran KTP elektronik hingga aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).

"Jadi seluruhnya hari ini didapatkan," ucapnya.

Pelaminan Jempol 2026 menjadi pelaksanaan yang istimewa, karena untuk pertama kalinya kegiatan digelar di Pendopo Kota Bandung dan dihadiri langsung Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

"Pelaminan Jempol tahun ini terasa istimewa. Dari sekian perjalanan pelaksanaan Pelaminan Jempol, baru kali ini kita bisa melaksanakan di Pendopo. Dan baru kali ini dihadiri oleh pak wali kota secara langsung," ujar dia.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 32 pasangan mengikuti layanan pencatatan perkawinan. Rinciannya terdiri dari 28 pasangan beragama Kristen, tiga pasangan Katolik dan satu pasangan Hindu.

Dari jumlah itu, sebanyak 22 pasangan merupakan pasangan yang baru menikah. Sementara 10 pasangan lainnya, sudah melangsungkan perkawinan sebelumnya dan mengikuti layanan pencatatan administrasi kependudukan.

Tatang menjelaskan, Pelaminan Jempol telah digelar sebanyak 18 kali sejak pertama kali dilaksanakan. Jumlah pasangan yang mendapatkan pencatatan perkawinan melalui program, terus bertambah dari tahun ke tahun.

Pada 2018, sebanyak 190 pasangan mengikuti pencatatan perkawinan di Grand Aquila. Kemudian pada 2019, tercatat 238 pasangan. Pelaksanaan berikutnya berlangsung pada 2021 dengan 48 pasangan, dan 2022 sebanyak 231 pasangan.

Selanjutnya, pada 2023 terdapat 218 pasangan yang mengikuti layanan. Pada 2024 tercatat 50 pasangan, kemudian 29 pasangan pada 2025 dan 32 pasangan pada 2026.

"Pelaminan Jempol ini sudah dilakukan sebanyak 18 kali kegiatan, dengan jumlah pencatatan perkawinan sebanyak 1.036 pasangan," jelasnya.

Selain kegiatan terpusat, Disdukcapil juga memperluas pola jemput bola melalui pelayanan langsung di gereja. Tatang menyebut, layanan administrasi kependudukan mulai dilakukan saat kegiatan kebaktian di sejumlah gereja.

"Mulai minggu kemarin kita sudah mulai berkeliling ke gereja-gereja. Di saat kebaktian, kita memberikan pelayanan adminduk," ujar dia.

Pelayanan jemput bola, juga diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan akses layanan lebih mudah. Disdukcapil memiliki tim pelayanan bagi kelompok rentan, dan masyarakat yang kesulitan mendatangi kantor pelayanan.

"Kebetulan orang tuanya rentan, bisa menyampaikan ke Disdukcapil dan insya Allah kami akan melakukan pelayanan jemput bola," tuturnya.

Saat ini, Disdukcapil Kota Bandung juga menyebarkan pelayanan administrasi kependudukan melalui 30 kecamatan. Layanan dasar seperti perekaman dan pencetakan KTP elektronik, kartu identitas anak (KIA), pemutakhiran KK serta layanan perpindahan penduduk sudah dapat diakses di tingkat kecamatan.

Disdukcapil juga memiliki enam gerai layanan istimewa atau Gelis. Layanan itu berada di DPRD Kota Bandung, Metro Indah Mall, Summarecon, Mal Pelayanan Publik Jalan Cianjur dan sejumlah lokasi layanan lainnya.

Tatang menambahkan, layanan administrasi kependudukan juga tersedia pada akhir pekan di Rumah Sakit Bandung Kiwari. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan pada Sabtu dan Minggu, sehingga tidak selalu bergantung pada jam pelayanan hari kerja.

"Kita pun memiliki mobil layanan keliling. Insya Allah kami akan berkeliling melakukan pelayanan sesuai permohonan yang disampaikan," ujar dia.

Menurutnya, perluasan layanan menjadi bagian dari komitmen Disdukcapil menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pelaminan Jempol pun, akan terus dikembangkan melalui kolaborasi bersama organisasi keagamaan dan gereja.

Pelayanan itu, ditambahkan dia menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-216 Kota Bandung. Setelah kegiatan di Pendopo, Disdukcapil juga dijadwalkan memberikan pelayanan administrasi kependudukan dalam sejumlah kegiatan masyarakat pada September 2026.


Editor : Ahmad Sayuti