Integrasi Alun-alun dan Pendopo Bandung Mulai 2028, Bisa Diakses Publik
Integrasi Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung diperkirakan dimulai 2028. Kawasan Pendopo nantinya bisa diakses masyarakat dengan tiket.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota Bandung berencana mengintegrasikan kawasan Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung mulai 2028. Penataan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses kawasan rumah Wali Kota Bandung yang saat ini berada di area Pendopo.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana integrasi kawasan Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung masih dalam tahap pembahasan. Salah satu persoalan yang tengah dikaji adalah keberadaan Jalan Dewi Sartika yang saat ini terputus oleh kawasan Masjid Agung.
“Ada dua opsi yang sedang dibicarakan. Opsi pertama, jalan tersebut dibelokkan agak menyerong ke kanan dengan memanfaatkan sebagian lahan Alun-alun kemudian dikembalikan lagi menuju Jalan Banceuy,” kata Farhan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Farhan, opsi kedua adalah membangun underpass di bawah Masjid Agung yang nantinya terhubung hingga Jalan Banceuy.
Namun, pembangunan underpass tersebut memiliki tantangan karena pada bagian ujung terdapat bangunan yang berstatus sebagai Cagar Budaya nasional. Kondisi tersebut membuat pembangunan harus mempertimbangkan aspek pelestarian bangunan bersejarah.
Selain integrasi kawasan Alun-alun dan Pendopo, Pemkot Bandung juga memiliki gagasan menghubungkan kawasan Alun-alun dengan Palaguna melalui skywalk.
Farhan mengatakan, konsep skywalk tersebut masih sebatas gagasan dan nantinya dapat dibahas serta diusulkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk kawasan Palaguna, pengembangan nantinya dilakukan PT Jasa Sarana. Sementara Bioskop Dian yang juga dikelola perusahaan ini, diharapkan kembali menjadi ruang pertunjukan yang menampilkan karya seni khas Jawa Barat dan Kota Bandung,” ujarnya.
Kawasan Pendopo Akan Dibuka untuk Masyarakat
Dalam rencana penataan tersebut, kawasan Pendopo Kota Bandung juga disiapkan memiliki akses khusus bagi masyarakat.
Farhan menyebut masyarakat nantinya dapat mengunjungi kawasan tersebut dengan menggunakan tiket. Pengunjung dapat memanfaatkan akses tersebut untuk berfoto, menikmati taman, sekaligus melihat kawasan Pendopo yang telah ditata.
Rencana tersebut diharapkan membuat kawasan Pendopo tidak hanya menjadi bagian dari pusat pemerintahan Kota Bandung, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang publik dan destinasi wisata kota.
Meski demikian, pelaksanaan integrasi kawasan Alun-alun dan Pendopo Kota Bandung diperkirakan belum dapat dimulai dalam waktu dekat.
Farhan menyebut pembangunan kemungkinan baru dimulai pada 2028 karena pembahasan dan perencanaan saat ini masih berada pada tahap awal.
“Bahkan kemungkinan rumah wali kota yang baru baru selesai pada 2029,” ujar Farhan.
Dengan demikian, pemanfaatan kawasan rumah Wali Kota Bandung untuk akses publik akan menyesuaikan dengan kesiapan kawasan serta pembangunan rumah wali kota yang baru.
Pemkot Bandung masih akan mematangkan konsep integrasi kawasan tersebut, termasuk aspek transportasi, pelestarian Cagar Budaya, akses masyarakat, hingga pengembangan kawasan Alun-alun dan Pendopo sebagai ruang publik.***
Editor : JakaPermana

