Hingga Agustus, Perum Bulog Sudah Distribusikan Beras SPHP Sebanyak 10 Ton Lebih

Perum Bulog Bandung mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir Agustus 2026, mencapai 10.232 ton.

Hingga Agustus, Perum Bulog Sudah Distribusikan Beras SPHP Sebanyak 10 Ton Lebih
Masyarakat saat membeli beras SPHP pada operasi pasar di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

INILAHKORAN.ID - Perum Bulog Bandung mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir Agustus 2026, mencapai 10.232 ton.

Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto mengatakan realisasi tersebut merupakan akumulasi penyaluran sepanjang tahun dan terus digenjot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Bandung Raya.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini kami sudah mencapai 10.232 ton. Itu untuk penyaluran SPHP yang sudah keseluruhan tahun ini sampai Agustus,” ujar Yanto di Bandung seperti dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, stok beras SPHP akan disalurkan melalui berbagai saluran distribusi yang dapat diakses masyarakat, seperti ritel modern, pengecer, pasar, maupun Rumah Pangan Kita (RPK).

Ia menambahkan Bulog Bandung juga bekerja sama dengan Perumda Pasar di Bandung Raya untuk memastikan ketersediaan beras bersubsidi tersebut dapat menjangkau masyarakat.

SPHP itu selalu tersedia. Masyarakat bisa beli di mana saja. Harganya juga cukup murah yaitu Rp12.500 per kilogram kemudian stoknya juga banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yanto mengatakan Bulog secara berkala mengemas ulang stok beras dari kemasan 50 kilogram menjadi kemasan lima kilogram untuk menyesuaikan kebutuhan penjualan di masyarakat.

“Stok SPHP itu kami siapkan sesuai dengan kebutuhan penjualan. Jadi terus-terusan kami merepack dari 50 kilogram menjadi stok lima kilogram,” katanya.

Bulog juga melakukan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP di tingkat pedagang pasar. Pedagang yang menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan dikenai sanksi hingga pencabutan sebagai penyalur.

“Untuk masyarakat saat ini juga kami tidak menyarankan adanya panic buying. Tidak perlu ada kekhawatiran karena memang stok SPHP sangat aman,” katanya.


Editor : Ahmad Sayuti