Bulog Cianjur Serap 74 Ribu Ton Gabah, Lampaui Target 130 Persen Tahun 2026

Bulog Cianjur menyerap 74 ribu ton gabah hingga Juli 2026 atau 130 persen dari target. Stok beras dipastikan aman untuk Cianjur dan Sukabumi hingga akhir tahun.

Bulog Cianjur Serap 74 Ribu Ton Gabah, Lampaui Target 130 Persen Tahun 2026
Bulog Cianjur menyerap 74 ribu ton gabah hingga Juli 2026 atau 130 persen dari target. Stok beras dipastikan aman untuk Cianjur dan Sukabumi hingga akhir tahun.

INILAHKORAN.ID-Perum Bulog Cabang Cianjur memastikan penyerapan gabah Kering Giling (GKG) dari petani di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi terus dilakukan meski telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Gabah petani tetap dibeli dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Kepala Perum Bulog Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan penyerapan gabah terus berjalan sepanjang musim panen 2026. Hingga pertengahan tahun, Bulog telah menyerap sekitar 74 ribu ton gabah, sementara stok beras yang tersimpan di gudang mencapai 30.778 ton.

"Penyerapan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas stok dan ketahanan pangan di tiga wilayah Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, di mana hingga Juli 2026 serapan gabah masih cukup tinggi," kata Azwar, Senin (27/7/2026).

Serapan Gabah Bulog Cianjur Tembus 130 Persen

Bulog mencatat realisasi penyerapan gabah hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar 130 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Dari target penyerapan sebesar 33.722 ton, Bulog berhasil menyerap sekitar 74 ribu ton gabah petani. Meski target telah terlampaui, proses pembelian gabah tetap dilanjutkan untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.

Menurut Azwar, kepastian harga beli dari Bulog diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada petani sehingga mereka tetap bersemangat meningkatkan produksi tanpa khawatir kesulitan memasarkan hasil panennya.

"Harga tetap sesuai ketentuan pemerintah sehingga petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap. Bulog akan terus melakukan penyerapan sepanjang tahun 2026," ujarnya.

Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun

Selain meningkatkan penyerapan gabah, Bulog Cianjur memastikan ketersediaan stok beras untuk masyarakat di tiga wilayah tetap dalam kondisi aman.

Saat ini stok beras yang tersedia mencapai 30.778 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026, bahkan berpotensi bertambah karena proses penyerapan gabah masih terus berlangsung.

Ketersediaan stok tersebut menjadi bagian dari strategi Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi dampak musim kemarau panjang terhadap produksi pangan.

Bulog Salurkan bantuan Pangan untuk 400 Ribu KPM

Untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Bulog Cianjur juga mengoptimalkan pendistribusian bantuan pangan beras kepada masyarakat.

Program tersebut menyasar sekitar 400 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi.

"Untuk menjaga stok aman dan harga terjamin, kami jalankan program bantuan pangan nasional bagi Keluarga Penerima Manfaat yang mencapai 400 ribu orang di tiga wilayah, di mana bantuan pangan disalurkan selama tiga bulan," kata Azwar.

Melalui langkah tersebut, Bulog berharap stabilitas harga gabah di tingkat petani tetap terjaga, stok pangan nasional tetap aman, serta kebutuhan masyarakat terhadap beras dapat terpenuhi hingga akhir tahun 2026.***


Editor : JakaPermana