Warga Cianjur Keluhkan Jalan Kabupaten Masih Tanah, Air Bersih Masih Sulit

Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika menyerap aspirasi warga Mande dan Haurwangi terkait jalan belum diaspal, air bersih, serta insentif RT, RW, dan guru mengaji.

Warga Cianjur Keluhkan Jalan Kabupaten Masih Tanah, Air Bersih Masih Sulit
Reses Metty Triantika di Cianjur, Warga Mande dan Haurwangi Keluhkan Jalan hingga Air Bersih

INILAHKORAN.ID - Akses jalan yang masih berupa tanah, keterbatasan air bersih, hingga minimnya insentif pengurus lingkungan menjadi keluhan utama warga di Kecamatan Mande dan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, dalam agenda reses pada 2-3 November 2026.

Saat reses di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, warga mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang hingga kini belum diaspal. 

Kondisi jalan yang masih beralaskan tanah tersebut dinilai menghambat mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga akses pelayanan publik.

"Pembangunan jalan merupakan kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Aspirasi ini akan kami kawal dan perjuangkan agar mendapatkan perhatian pemerintah daerah," kata Metty, Selasa (3/11/2026).

Selain masalah infrastruktur jalan, para ketua RT, RW, dan guru mengaji di Desa Murnisari juga mengeluhkan minimnya insentif operasional yang mereka terima. Menanggapi hal itu, Metty memberikan bantuan paket insentif dari dana pribadinya kepada para pengurus lingkungan dan guru ngaji yang hadir.

Metty menegaskan bahwa insentif pribadi tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran mereka di masyarakat, bukan untuk menggantikan kewajiban pemerintah daerah.

"Para ketua RT dan RW bekerja langsung melayani masyarakat. Begitu pula guru mengaji yang dengan penuh keikhlasan mendidik anak-anak kita. Pengabdian mereka sangat besar dan sudah sepatutnya memperoleh perhatian serta penghargaan yang layak," tutur politisi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, dalam kegiatan reses di Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, warga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan lingkungan dan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Metty menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan pembangunan infrastruktur dasar tersebut agar masuk dalam skala prioritas anggaran pemerintah daerah.

"Jalan lingkungan dan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga. Aspirasi masyarakat Kertamukti akan kami kawal dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar mendapatkan perhatian sesuai skala prioritas pembangunan," ujar Metty.


Editor : Ahmad Sayuti