Jembatan Gantung Penghubung KBB-Cianjur Rusak, Perbaikan Terkendala Status Lahan

Jembatan gantung penghubung Bandung Barat-Cianjur rusak parah dan membahayakan warga. Perbaikan permanen tertunda akibat status lahan PTPN.

Jembatan Gantung Penghubung KBB-Cianjur Rusak, Perbaikan Terkendala Status Lahan
Tangkapan layar kondisi jembatan gantung penghubung KBB dan Cianjur kian mengkhawatirkan.

INILAHKORAN.ID – Kondisi jembatan gantung kayu yang menghubungkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Cianjur semakin memprihatinkan. Kerusakan jembatan yang menjadi akses vital warga tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna, sementara rencana perbaikan permanen belum terealisasi akibat persoalan status lahan milik PTPN.

Ajat Sumiarta (59), warga setempat, menjelaskan jembatan tersebut berada di perbatasan Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, dan Desa Cibedug, Kecamatan Rongga.

Setiap hari, jembatan itu dilalui berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, pedagang, petani, pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga pengguna kendaraan roda empat. Akses tersebut dimanfaatkan warga dari Bandung Barat maupun Cianjur untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

"Jika akses ini terputus, warga harus menempuh jalur memutar melalui Bunijaya dengan tambahan waktu tempuh sekitar 30 menit," kata Ajat, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ajat, warga selama ini terpaksa melakukan perbaikan seadanya secara swadaya. Dana perbaikan dikumpulkan melalui iuran warga dan penggalangan secara langsung dari rumah ke rumah.

Padahal, perbaikan permanen yang semula dijadwalkan pada 2026 kini ditunda hingga 2027. Salah satu kendala utamanya adalah status lahan tempat jembatan berdiri yang masih tercatat sebagai aset PTPN dan belum diserahterimakan kepada Pemkab Bandung Barat.

"Hambatan utamanya, lahan tempat jembatan berdiri masih berstatus aset PTPN dan belum ada proses penyerahan ke Pemkab Bandung Barat," ungkapnya.

Warga Khawatir Jembatan Membahayakan Pengguna

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah insiden mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) terperosok di lokasi tersebut. Kondisi itu mendorong warga meminta perhatian serius dari pemerintah untuk segera menangani kerusakan jembatan.

Ajat berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dapat meninjau langsung kondisi jembatan sekaligus mendorong percepatan perbaikan.

Ia mengaku telah berupaya menghubungi Bupati Jeje melalui akun media sosial pribadinya. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut belum mendapatkan respons.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa untuk mengambil tindakan. Selain berisiko terhadap keselamatan, kerusakan jembatan juga mengancam kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat lintas wilayah.

" Warga memohon agar pemerintah tidak menunggu adanya korban jiwa baru bergerak memperbaiki jembatan ini, mengingat akses tersebut sangat vital untuk aktivitas ekonomi, pendidikan dan mobilitas lintas wilayah," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti