Penuturan Warga Yang Sempat Bawa Dus Berisi Mayat, Katanya Besi

Salah seorang saksi sempat melihat pelaku yang membawa mayat perempuan dalam dus dari kamar kos dan mengaku bersisi besi dan baju

Penuturan Warga Yang Sempat Bawa Dus Berisi Mayat, Katanya Besi
Foto ilustrasi penemuan mayar perempuan dalam dus di Bandung

INLAHKORAN.ID - Polisi melakukan penyelidikan lanjutkan terkait soal mayat perempuan dalam dus yang ditemukan di Jalan Terusan Suryani, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026) siang tadi.

Penyelidikan polisi berlanjut ke rumah kos di kawasan Halte Selatan, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir. Rumah kos tersebut  berada di dalam gang. 

Salah seorang penghuni rumah kos, Daniel, mengaku sempat melihat orang yang diduga membawa jenazah korban. Bahkan, Daniel sempat membantu orang tersebut mengangkat jenazah yang dibungkus kardus karena tidak mengetahui isi kardus tersebut.

Daniel menuturkan, kejadian bermula saat dirinya tengah di dalam kamar sambil menunggu waktu berangkat kerja. Orang yang diduga membawa jenazah tersebut tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya dan meminta bantuan.

"Saya main game sebentar, tiba-tiba dia ketok-ketok. 'Pak, bisa minta tolong?' katanya. 'Angkatin barang.' 'Oh iya, hayu.' Pikir bantu lah ya, takutnya lemari atau apa," ujarnya.

Keduanya kemudian menuju kamar orang tersebut. Daniel mengaku sempat ragu saat melihat kardus berukuran besar yang harus diangkat.

Dia lalu meminta agar barang tersebut dibagi menjadi beberapa bagian. Namun, orang tersebut menolak usulan itu. Mereka kemudian meminta bantuan penghuni indekos lainnya untuk mengangkat kardus tersebut.

"Diangkat bertiga, enggak keangkat juga. Ya sudah, akhirnya saya tanya sebelumnya, 'Ini apa, ?' 'Besi sama baju,' katanya. 'Mending direcah,' katanya. 'Dibagi dua.' 'Enggak bisa, A,' cenah, 'sudah dilakban.' 'Lakban saya banyak.'
Enggak mau tapi dia. 'Oh, susah deui,' cenah. 'Tos we kieu'," bebernya.

Daniel mengaku sempat mencium bau yang tidak sedap dari kardus tersebut. Namun, dia tidak menaruh curiga karena mengira kardus itu berisi pakaian.

"Ada bau, tapi enggak terlalu menyengat sih. Cuma agak bau-bau enggak enak gitulah. Ya udahlah, saya pikir dari pakaian atau apa, ya. Akhirnya enggak kuat, karena enggak kuat didorong," sebutnya.

Setelah kardus tersebut berada di gerbang indekos, Daniel menyarankan agar barang itu dibawa menggunakan troli. Kardus yang diduga berisi jenazah tersebut kemudian dibawa menggunakan troli oleh orang tersebut hingga ke pinggir jalan.

Selepas itu, Daniel mengaku tidak mengetahui kardus tersebut dibawa ke mana dan menggunakan kendaraan apa. Dia juga mengaku tidak mengenal dekat orang tersebut. Sepengetahuannya, orang tersebut telah tinggal di indekos itu selama kurang lebih dua tahun.


Editor : Ahmad Sayuti