Depo BRT Sudah Siap, Farhan Justru 'Deg-degan' Tunggu Kepastian Operator

Pembangunan infrastruktur bus rapid transit (BRT) di Kota Bandung terus menunjukkan kemajuan.

Depo BRT Sudah Siap, Farhan Justru 'Deg-degan' Tunggu Kepastian Operator
istimewa

INILAHKORAN.ID - Pembangunan infrastruktur bus rapid transit (BRT) di Kota Bandung terus menunjukkan kemajuan. Namun di balik progres tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku, masih menunggu kepastian mengenai model bisnis dan operator yang akan menjalankan layanan transportasi massal itu.

Dia mengatakan, proses sosialisasi BRT kepada masyarakat berjalan cukup baik. Meski masih terdapat sejumlah penolakan, menurutnya resistensi tersebut dapat diatasi sehingga penerimaan masyarakat terhadap program BRT semakin meningkat.

"Kalau saya melihat, progres sosialisasinya bagus. Memang ada beberapa resistensi, tetapi bisa ditangani dengan baik. Pembangunan halte juga rapi, penanganan proyeknya bagus dan tidak membahayakan masyarakat," kata Farhan, Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, pihaknya mengaku masih menyimpan kekhawatiran terkait skema operasional BRT. Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu konsep model bisnis yang tengah disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat.

"Yang paling membuat saya deg-degan sekarang, adalah kepastian model bisnis operator transportasi. Saya belum mendapatkan kepastian, dan masih menunggu konsep yang akan ditawarkan Dinas Perhubungan Jawa Barat," ucapnya.

Di sisi lain, kesiapan fasilitas pendukung BRT terus dipercepat. Farhan menyebut, depo BRT di Cicaheum dan Leuwipanjang telah berproses. Bahkan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan menjadikan kawasan Terminal Stasiun Hall sebagai depo tambahan mendukung operasional armada.

Di Depo Cicaheum, proses penataan kawasan juga hampir rampung. Lokasi tersebut, kini telah dikosongkan dan tinggal menunggu pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan mendukung operasional bus listrik.

"Sekarang tinggal masuk SPKLU. Akan ada beberapa SPKLU dari Korea yang dipasang di sana," ujar dia.

Farhan memastikan, proses relokasi pedagang di kawasan Terminal Cicaheum telah selesai. Para pedagang yang sebelumnya menyewa kios, telah menerima kompensasi sebelum bangunan dibongkar pembangunan depo.

"Pedagang sudah selesai. Karena sebagian besar menyewa tempat, mereka sudah kami berikan kompensasi. Kios-kiosnya juga sudah dibongkar karena lahannya akan digunakan sebagai depo," jelasnya.

Menurutnya, depo tersebut nantinya akan menampung puluhan armada BRT. Bahkan, bus yang dioperasikan diperkirakan menggunakan ukuran besar dengan kapasitas sekitar 50 penumpang.

Meski begitu, dia mengakui masih menunggu kepastian mengenai skema pengelolaan armada termasuk siapa operator yang akan menjalankannya. Sebab, rencana awal yang melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) disebutnya berpotensi mengalami perubahan.

"Awalnya rencananya dijalankan oleh BUMD, tetapi sepertinya ada perubahan. Saya masih menunggu kepastiannya. Mudah-mudahan hari ini sudah ada informasi yang lebih jelas," tandas dia.***


Editor : JakaPermana