Arti Isyarat Tangan 'X' FIFA yang Berujung Kartu Kuning untuk Pelatih Mesir
Pelatih Mesir Hossam Hassan beri isyarat "X" anti-rasisme FIFA di laga vs Argentina, tapi wasit malah beri kartu kuning. Simak kronologi lengkapnya!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketegangan dalam laga panas babak gugur Piala Dunia antara Argentina dan Mesir ternyata menyisakan sisi kontroversi lain yang luput dari perhatian banyak orang.
Kali ini sorotan tertuju pada aksi pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, di pinggir lapangan yang justru berbuah hukuman kartu kuning dari sang pengadil.
Melalui unggahan analis sepak bola Daniel Solana via akun @DiceElDani, terungkap fakta bahwa Hossam Hassan sempat menyilangkan kedua tangannya membentuk huruf "X" ke arah perangkat pertandingan. Alih-alih mendapatkan respons perlindungan, aksi tersebut justru direspons wasit dengan kibasan kartu peringatan.
Sebenarnya, apa makna di balik isyarat "X" tersebut dan mengapa momen ini memicu perdebatan baru mengenai regulasi FIFA? Berikut fakta selengkapnya.
Isyarat Universal FIFA untuk Melaporkan Rasisme
Banyak pencinta sepak bola yang belum mengetahui bahwa gerakan menyilangkan tangan membentuk huruf "X" di atas kepala merupakan isyarat universal resmi FIFA. Kode ini berfungsi sebagai alat komunikasi darurat bagi pemain, pelatih, maupun pejabat tim untuk melaporkan adanya tindakan pelecehan rasis yang terjadi di dalam stadion.
Secara regulasi, ketika isyarat "X" ini dikibarkan, wasit utama di lapangan diwajibkan untuk langsung memicu Protokol Anti-Rasisme Tiga Langkah FIFA:
Langkah Pertama: Menghentikan pertandingan sementara waktu.
Langkah Kedua: Menunda atau memberikan jeda pertandingan apabila pelecehan rasisme terpantau masih terus berlanjut.
Langkah Ketiga: Membatalkan atau menghentikan pertandingan sepenuhnya jika tindakan rasisme tidak kunjung berhenti.
Kronologi Insiden Hossam Hassan di Pinggir Lapangan
Pada pertandingan hari ini, pelatih Mesir Hossam Hassan dengan jelas membuat isyarat tangan "X" tersebut dari area teknis pinggir lapangan guna memberi tahu wasit bahwa ada indikasi insiden rasisme yang menimpa timnya.
Namun, sebuah keanehan taktis terjadi di lapangan hijau. Bukannya menghentikan laga untuk memulai penegakan protokol tiga langkah antiprasangka seperti yang sudah ditetapkan FIFA, wasit yang memimpin pertandingan justru berjalan ke pinggir lapangan dan mengeluarkan kartu kuning untuk Hossam Hassan.
Setelah hukuman kartu kuning tersebut dijatuhkan, sang pengadil membiarkan permainan tetap terus berjalan begitu saja tanpa adanya investigasi instan di area stadion.
Editor : Firda Rachmawati

