Transisi Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang Belum Optimal

Masih terjadi ketidaktertiban operasional di Terminal Cicaheum, meski seluruh layanan keberangkatan bus AKAP dan AKDP telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.

Transisi Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang Belum Optimal
Awak bus AKAP menilai, Terminal Cicaheum masih lebih efektif karena arus penumpang yang lebih padat.

INILAHKORAN.ID - Masih terjadi ketidaktertiban operasional di Terminal Cicaheum, meski seluruh layanan keberangkatan bus AKAP dan AKDP telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang. Sejumlah bus, masih terlihat singgah ke Terminal Cicaheum menurunkan penumpang sebelum melanjutkan perjalanan.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengatakan, secara resmi sejak 26 Mei 2026 seluruh keberangkatan sudah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang setelah adanya survei lapangan dari Kementerian pada 25 Mei 2026.

“Untuk terminal saat ini, pada tanggal 25 Mei kami menerima survei lapangan langsung dari Kementerian. Kemudian pada tanggal 26 Mei kami menindaklanjuti dengan mengalihkan seluruh armada bus AKAP maupun AKDP di alihkan ke Terminal Leuwipanjang,” kata Asep Supriadi, Kamis (18/6/2026).

Dia menjelaskan, saat ini Terminal Cicaheum hanya difungsikan sebagai tempat kedatangan bus. Namun di lapangan masih ditemukan bus yang berhenti di terminal tersebut, untuk menurunkan penumpang sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Jadi seluruh keberangkatan bus dari Terminal Cicaheum saat ini sudah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Namun memang, masih ada sebagian penumpang yang belum mengetahui adanya peralihan armada bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang,” ucapnya.

Menurut Asep, kondisi tersebut membuat masih ada penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum mencari keberangkatan busmeski layanan tersebut sudah tidak tersedia.

“Jadi masih ada penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum. Bahkan ada armada yang berangkat dari Leuwipanjang tetapi masuk kembali ke Terminal Cicaheum hanya untuk menaikkan penumpang, kemudian langsung melanjutkan perjalanan,” ujar dia.

Dia menambahkan, sejumlah trayek AKAP dan AKDP seperti dari Surabaya, Denpasar, Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Cirebon, Kuningan dan Indramayu masih terlihat singgah di Terminal Cicaheum. Namun hanya untuk menurunkan penumpang.

“Sebagai contoh, bus AKAP dari Surabaya dan Denpasar masih datang ke Terminal Cicaheum, tetapi hanya untuk menurunkan penumpang. Begitu juga bus AKDP dari Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Cirebon, Kuningan dan Indramayu masih ada yang datang ke Terminal Cicaheum,” jelasnya.

Pihak terminal mengakui masih terdapat kendala sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan tersebut, meski informasi telah disampaikan secara rutin melalui pengeras suara dan petugas di lapangan.

“Untuk sosialisasi, kami terus lakukan setiap hari di Terminal Cicaheum termasuk melalui pengeras suara. Setiap dua jam sekali kami menyampaikan informasi kepada penumpang,” ujar dia.

Asep menegaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti instruksi resmi dari pemerintah pusat namun pelaksanaan di lapangan masih memerlukan penyesuaian agar seluruh pihak mematuhi aturan baru tersebut.***


Editor : JakaPermana