Setelah Ramai Soal ‘Tak Butuh Ahli Gizi’, Cucun Kini Jemput Bola Pertemukan BGN dengan Persagi

Usai pernyataannya jadi sorotan, Cucun akhirnya pertemukan BGN dengan Persagi.

Setelah Ramai Soal ‘Tak Butuh Ahli Gizi’, Cucun Kini Jemput Bola Pertemukan BGN dengan Persagi
cucun pertemukan BGN dengan Persagi

INILAHKORAN - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal akhirnya mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Persatuan ahli gizi Indonesia (Persagi), setelah sebelumnya menuai sorotan akibat pernyataannya yang dianggap meremehkan peran ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi tersebut. “Kami berterima kasih kepada Pak Cucun karena sudah mempertemukan Persagi dengan BGN. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat agar masyarakat di seluruh wilayah mendapat akses makanan sehat,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan itu, Persagi menyatakan mendukung penuh pelaksanaan Program MBG. Doddy menegaskan bahwa pihaknya siap berperan aktif memberikan penyuluhan dan literasi gizi kepada masyarakat. 

“Indikator keberhasilan literasi bisa kita lihat dari perubahan perilaku makan, peningkatan kecerdasan, hingga perbaikan status gizi,” katanya.

Langkah Cucun memfasilitasi dialog ini dilakukan setelah ia menuai kritik tajam terkait pernyataannya dalam sebuah acara BGN di Jawa Barat, di mana ia sempat menyebut bahwa rekrutmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak perlu mengutamakan ahli gizi. Pernyataan tersebut viral dan mendapat protes dari berbagai kalangan profesi.

Cucun kemudian meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa ucapannya berangkat dari kondisi lapangan yang kekurangan tenaga ahli gizi, bukan untuk mengurangi peran profesional gizi dalam program pemerintah. 

Ia menegaskan bahwa peran ahli gizi sangat vital dalam menjamin standar kualitas asupan anak-anak penerima manfaat MBG.

“Sarjana dan lulusan vokasi ilmu gizi akan dikonsolidasikan oleh Persagi dan BGN. Kami sepakat terus melakukan perbaikan agar Program MBG benar-benar bermanfaat untuk masa depan Indonesia,” ujar Cucun usai pertemuan.

Ia meyakini bahwa literasi dan kesadaran gizi yang baik akan memberikan dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

“MBG bukan sekadar program sosial, melainkan fondasi untuk melahirkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.


Editor : Firda Rachmawati