Siapapun Bisa Menjadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, relawan yang akan mengikuti uji klinis harus dipastikan sehat dan memiliki usia 18 hingga 59 tahun. 

Siapapun Bisa Menjadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19
istimewa

INILAH, Bandung - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, relawan yang akan mengikuti uji klinis harus dipastikan sehat dan memiliki usia 18 hingga 59 tahun. 

Relawan pun dituturkannya bisa dari berbagai kalangan mulai dari tenaga kesehatan (nakes) hingga aparatur sipil negara (ASN). Siapapun diperbolehkan apabila memang ingin menjadi relawan. 

"Siapapun boleh jika ingin menjadi relawan, dan rencananya uji klinis vaksin ini akan dilaksanakan di enam titik. Pertama di Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Dago, Sukapakir dan Cieumbeuluit," kata Kusnandi di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2020). 

Menurutnya, setelah mengikuti uji klinis itu para relawan tidak perlu melakukan isolasi. Mereka boleh melakukan berbagai aktivitas. Hanya saja, pascauji klinis ini terdapat bengkak merah pada tempat suntikan yang akan hilang dalam dua hari. 

"Setelah disuntik, 30 menit mereka tidak kita perkenankan untuk pulang langsung. Akan dipantau oleh dokter. Rencana relawan ini akan kita suntik sebanyak dua kali, tetapi kita akan melihat dahulu kondisi mereka," ucapnya. 

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, tidak ada larangan bagi ASN yang ingin andil dalam uji klinis vaksin Covid-19. Para ASN dipersilakan namun dengan catatan masuk dalam kriteria yang dibutuhkan tim medis. 

"Boleh asal memenuhi kriteria, mendukung program tersebut dan berharap segera terdapat vaksin Covid-19. Untuk menjadi relawan tidak ada paksaan, dan ada asuransi kesehatan untuk mereka yang menjadi relawan," kata Oded. (Yogo Triastopo) 


Editor : Doni Ramdhani