Simpang Padalarang Masih jadi Simpul Kemacetan dalam Uji Coba Rekayasa Lalin, Dishub KBB Pasang Traffic Light
Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di kawasan Padalarang masih belum mendapatkan solusi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk bisa menyelesaikan persoalan kemacetan di kawasan Padalarang masih belum mendapatkan solusi.
Pasalnya, dari sejumlah persimpangan jalan yang dilakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Padalarang, terdapat satu simpang yang masih menjadi simpul kemacetan, yakni simpang padalarang.
Alhasil, keberadaan bundaran portable di Simpang Pasar Tagog Padalarang dikeluhkan pengguna jalan lantaran menghambat arus kendaraan yang datang dari arah barat atau Cianjur.
Merespons keluhan tersebut, Dishub KBB kembali membongkar bundaran portable di Simpang Tagog Padalarang lantaran dinilai menjadi penyebab perlambatan arus kendaraan dari arah barat atau Cianjur menuju jalur utama Padalarang tersebut.
Seperti diketahui, pemasangan bundaran portable di Simpang Padalarang merupakan bagian dari uji coba rekayasa lalu lintas di ruas jalan perkotaan Padalarang sejak 10-14 Desember 2024.
"Kendaraan yang mau masuk ke Padalarang terjebak kemacetan panjang. Bisa lebih dari 8 kilometer antreannya," kata Muklis (50) warga Desa/Kecamatan Cipatat, KBB.
Muklis menyebut, ekor kemacetan di daerah Citatah, bahkan pada saat sore bisa lebih panjang. Dia mengaku, sempat terjebak kemacetan hingga 2 jam lebih.
"Rabu lalu, saya mau ke Bandung. Macet sudah terjadi sejak dari Citatah. Kalaupun maju hanya sedikit-sedikit. Ternyata pas sampai Padalarang titik macetnya di Bundaran Simpang Tagog Padalarang," sebutnya.
Terpisah, Kepala Dishub KBB Fauzan Azima tak memungkiri pemasangan bundaran di simpang Tagog Padalarang menjadi penyebab kemacetan di luar kawasan lalu lintas perkotaan Padalarang.
"Wilayah kotanya aman (tidak macet), tapi dari keluhan pengguna jalan, dan hasil pengecekan kami ke lapangan memang terjadi kemacetan dari arah Cianjur menuju Padalarang," kata Fauzan.
"Hasil evaluasi, kami membuka kembali bundaran portabel tersebut sejak Kamis kemarin," sambungnya.
Dikatakan Fauzan, sejak bundara dibuka kendaraan dari arah Cianjur bisa lurus langsung ke Jalan Raya Padalarang. Namun, pihaknya mengganti bundaran dengan traffic light.
"Setelah bundaran dibuka, kemacetan dari arah Cianjur sudah bisa terurai. Kami sudah pasang traffic light sebagai opsi kedua," ujarnya.
"Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meminimalisir kemacetan di kawasan perkotaan Padalarang," tandasnya.
Tak cuma itu, Fauzan juga mengakui sejak uji coba rekayasa lalu lintas diberlakukan banyak keluhan dan masukan dari warga terkait dengan kemacetan di jalur utama penghubung antara KBB dengan Kabupaten Cianjur tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang banyak memberikan masukan dan informasi terkait dengan dampak dari uji coba rekayasa lalu lintas ini. Karena inikan baru bersifat uji coba, pastinya akan kami evaluasi," bebernya.
Uji coba rekayasa lalu lintas dilaksanakan selama 5 hari mulai 10 hingga 14 Desember 2024 kemarin.
"Setiap pagi kami selalu bahas di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang didalamnya ada unsur kepolisian dan TNI. Ini sebagai evaluasi harian," ujarnya.
"Untuk kesimpulannya, apakah dikembalikan ke semula atau ditetapkan seperti sekarang, bergantung dari evaluasi nanti pasca uji coba," ucapnya.
Fauzan menilai, pelaksanaan uji rekayasa lalu lintas ini membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat Padalarang agar penataannya bisa berjalan dengan lancar.
“Kami juga terbuka menerima masukan dari masyarakat yang notabene adalah pengguna jalan,” ucapnya.***
Editor : JakaPermana
