Rekayasa Lalu Lintas Jadi Kunci Perpindahan Bus ke Terminal Leuwipanjang

Rekayasa lalu lintas menjadi fokus utama dalam menghadapi perpindahan seluruh armada bus, dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang.

Rekayasa Lalu Lintas Jadi Kunci Perpindahan Bus ke Terminal Leuwipanjang
Terminal Leuwipanjang menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus bus.

INILAHKORAN.ID - rekayasa lalu lintas menjadi fokus utama dalam menghadapi perpindahan seluruh armada bus, dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang. Pengelola terminal menyampaikan, kesiapan infrastruktur tidak hanya bergantung pada fisik bangunan. Tetapi pada pengaturan arus kendaraan agar tetap berjalan lancar.

Koordinator Lapangan Terminal Leuwipanjang, Dedi Suhendar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas melalui sejumlah rapat bersama para pengurus perusahaan otobus (PO). Pengaturan dinilai penting memastikan tidak terjadi penumpukan dan kekacauan arus kendaraan di area terminal.

“Kita sudah siapkan rekayasa lalu lintas. Kita beberapa kali utarakan rapat dengan para pengurus PO, kita tetapkan bahwa untuk jalur bus baru dan lama dipisahkan. Jadi setiap jalurnya khusus, dan kita sudah punya konsepnya,” kata Dedi Suhendar, Jumat (19/6/2026).

Dia menjelaskan, pemisahan jalur tersebut menjadi salah satu langkah utama dalam mengatur operasional bus di Terminal Leuwipanjang. Dengan adanya pembagian jalur, setiap bus diharapkan dapat bergerak lebih tertib sesuai dengan alur yang telah ditentukan.

Selain itu, pengelola terminal juga berupaya memastikan sistem tersebut dapat mengakomodasi peningkatan aktivitas akibat perpindahan armada dari terminal lain. rekayasa lalu lintas, diharapkan mampu menjaga kelancaran pelayanan kepada penumpang maupun operator bus.

Dedi menambahkan, secara fisik terminal tidak mengalami perubahan besar dalam waktu dekat. Namun, penataan operasional dan arus kendaraan menjadi prioritas utama dalam mendukung fungsi terminal sebagai simpul transportasi.

“Kalau secara fisik, Terminal Leuwipanjang masih tetap seperti ini. Yang penting rekayasa lalu lintas tetap berjalan lancar,” ucapnya.

Dengan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Terminal Leuwipanjang diharapkannya mampu menampung peningkatan aktivitas transportasi secara lebih tertib dan efisien seiring pergeseran pusat layanan bus antarkota di Kota Bandung.

Selain hal itu, pelayanan di tempat tersebut kini telah dinyatakan lengkap dan mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan sebelumnya. Dahulu, kondisi terminal dikenal kumuh terkesan menyeramkan dan membuat sebagian orang merasa tidak nyaman bahkan takut untuk datang.

"Namun saat ini telah dilakukan pembenahan dengan konsep baru yang lebih humanis. Terminal diarahkan menjadi tempat yang menyenangkan, nyaman, aman dan lancar bagi para pengguna. Perubahan ini, tentu menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," ujar dia.***


Editor : JakaPermana