Terminal Leuwipanjang Siapkan Lounge Modern, Sambut Peralihan dari Cicaheum
Terminal Leuwipanjang kini berbenah besar-besaran, menyambut peralihan operasional dari Terminal Cicaheum yang akan difungsikan sebagai pusat layanan BRT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Terminal Leuwipanjang kini berbenah besar-besaran, menyambut peralihan operasional dari Terminal Cicaheum yang akan difungsikan sebagai pusat layanan BRT.
Perubahan tersebut membuat Terminal Leuwipanjang diproyeksikan menjadi pusat utama aktivitas bus antarkota di Kota Bandung.
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan, peningkatan fasilitas menjadi salah satu fokus utama. Kenyamanan penumpang dan awak bus, harus diprioritaskan agar transisi berjalan mulus.
“Penumpang tidak hanya membutuhkan transportasi yang lancar, tetapi juga ruang tunggu yang laik. Karena itu, sejumlah perusahaan otobus sudah mulai membangun lounge khusus agar mereka bisa beristirahat dengan lebih nyaman,” kata Asep Hidayat, Jumat 27 Maret 2026.
Selain lounge, terminal juga menyiapkan jalur keberangkatan yang lebih tertata dan menambah loket tiket mengantisipasi lonjakan pengguna. Pihaknya menilai, langkah tersebut penting agar pelayanan tetap berjalan lancar meski terjadi peningkatan aktivitas.
“Kami ingin suasana terminal lebih tertib. Penumpang bisa merasa aman, dan tidak terganggu oleh kepadatan,” ucapnya.
Menurutnya, sejumlah perusahaan otobus besar seperti Sinar Jaya, Sugeng Rahayu, Gunung Harta, Eka dan Primajasa disebut sudah mulai melengkapi fasilitas tambahan. Kehadiran sarana tersebut, diharapkan dapat meningkatkan standar kenyamanan di Terminal Leuwipanjang.
Tidak hanya itu, penataan area parkir bus juga dilakukan agar arus keluar masuk kendaraan lebih terkendali. Dengan pengaturan yang lebih rapi, diharapkan operasional terminal bisa tetap lancar meski volume kendaraan meningkat.
Asep menambahkan, pihaknya juga tengah mendorong digitalisasi layanan tiket. Beberapa trayek jarak jauh sudah bekerja sama dengan platform daring, meski masih ada perusahaan otobus yang belum beralih.
“Ke depan, kami ingin seluruh PO menggunakan sistem online. Hal ini akan memudahkan masyarakat dalam memesan tiket dan mengikuti perkembangan zaman,” ujar dia.
Meski fokus pada fasilitas dan layanan, pihaknya menegaskan jalur trayek tidak akan mengalami perubahan signifikan. Akses yang melewati area pedagang, tetap dipertahankan agar aktivitas ekonomi masyarakat sekitar terminal tidak terganggu.
“Kami ingin memastikan bahwa peralihan ini tidak merugikan pedagang. Aktivitas ekonomi mereka harus tetap berjalan,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

