Relokasi Tinggal Menunggu Realisasi, Terminal Leuwipanjang Siap Tampung 560 Bus
Pengelola Terminal Leuwipanjang memastikan kesiapan sarana dan prasarana, menampung seluruh armada yang akan direlokasi dari Terminal Cicaheum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pengelola Terminal Leuwipanjang memastikan kesiapan sarana dan prasarana, menampung seluruh armada yang akan direlokasi dari Terminal Cicaheum. Saat ini, kesiapan terminal disebut telah mencapai 90 persen baik dari sisi fasilitas maupun pengaturan operasional.
Koordinator Lapangan Terminal Leuwipanjang, Dedi Suhendar mengatakan, proses perpindahan armada dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang memang membutuhkan waktu karena masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.
"Menurut informasi yang kami peroleh, perpindahan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang memang membutuhkan proses. Banyak kendala-kendala yang harus dihadapi," kata Dedi Suhendar, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, pihaknya menegaskan Terminal Leuwipanjang telah siap menerima armada yang dipindahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Secara aturan, perpindahan operasional telah ditetapkan sejak 5 Juni 2025.
"Terkait sarana prasarana, kami sudah siap 90 persen di sini. Kami siap secara rekayasa lalu lintas, penempatan maupun jadwal. Kami sudah siap," ucapnya.
Dedi menjelaskan, kapasitas Terminal Leuwipanjang dinilai cukup untuk menampung tambahan armada yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum. Saat ini, terminal tersebut mampu menampung sekitar 560 bus.
"Kalau di Terminal Leuwipanjang ada sekitar 560 bus. Belum dari Cicaheum ada sekitar 90 bus berbagai jurusan," ujar dia.
Pihaknya optimistis, kapasitas terminal tetap memadai meski seluruh armada dari Cicaheum nantinya dipindahkan ke Leuwipanjang. Pengaturan jumlah armada yang berada di area terminal, akan dilakukan melalui pembatasan operasional setiap perusahaan otobus (PO).
"Insya Allah memadai. Karena kita atur. Setiap PO itu kita batasi, ada yang maksimal tiga bus. Ada yang dua bus dengan satu berangkat dan satu standby," jelasnya.
Saat ini terdapat sekitar 19 perusahaan otobus yang beroperasi di Terminal Leuwipanjang. Sementara di Terminal Cicaheum sebelumnya tercatat sekitar 21 perusahaan otobus.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan penumpukan kendaraan, pihak terminal juga tengah menyusun pola pengaturan jadwal keberangkatan bersama masing-masing perusahaan otobus.
"Kalau masalah jadwal, kita juga lagi kelola dulu. Minta informasi dari para pihak PO, keberangkatan dari poolnya jam berapa, baru kita bisa tentukan," tutur Dedi.
Sementara itu, terkait masih adanya sejumlah armada yang bertahan di Terminal Cicaheum, dia menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh perusahaan otobus agar segera berpindah ke Terminal Leuwipanjang.
"Kita selalu sosialisasikan. Kita undang seluruh PO beberapa kali sampai batas waktu yang ditentukan. Kita undang terus, harus segera masuk," ucapnya.
Menurut informasi yang diterimanya, belum sepenuhnya terlaksananya relokasi armada diduga berkaitan dengan tuntutan kompensasi dari para pedagang di kawasan Terminal Cicaheum.
"Informasi yang kami dapat dari kepala terminal, bahwa masih terkait masalah pedagang yang meminta kompensasi. Itu yang kami dapat informasinya," tandas dia.***
Editor : JakaPermana


