23.470 Pekerja Kena PHK di 2026, Dedi Mulyadi Klaim Rekrutmen Industri Terus Berjalan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim telah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar PHK tidak terus membengkak dan penyerapan tenaga kerja tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi di Indonesia pada 2026. Berdasarkan data dari Kementerian Tenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 23.470 tenaga kerja di PHK sepanjang Januari-Mei 2026.
Merespon hal ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim telah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar PHK tidak terus membengkak dan penyerapan tenaga kerja tinggi.
Dedi mengatakan, rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri sudah mulai berjalan, karena mulai banyak industri baru tumbuh di Jawa Barat.
Bahkan di 2027 sambung Dedi, bakal banyak lowongan kerja yang dibuka oleh industri di Jabar.
"Di tahun 2027 banyak banget, karena saya sudah tahu datanya, ini nerima, ini sudah selesai bangunannya, tinggi kok. Jadi investasi arus industri ke Jawa Barat juga tinggi," ujar Dedi saat ditemui di Bale Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Disinggung soal kompetensi sumber daya manusia (SDM), ia menilai bahwa kemampuan pencari kerja di Jabar terbilang mumpuni.
Kendala selama ini kata dia, penghubung antara pencari dan penerima lapangan kerja. Di mana ini telah disiasati dengan aplikasi Nyari Gawe.
"Kalau sistemnya dengan sistem Nyari Gawe sekarang dan terbuka, kan enggak ada masalah sebenarnya," ucapnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, salah satu kendala ada pada seleksi tenaga kerja. Maka mengantisipasinya adalah dengan memberikan pelatihan atau kursus, agar pencari kerja bisa diterima di industri yang mereka inginkan.
"Misalnya seleksi tenaga kerja itu kan kadang-kadang ada dalam bentuk matematika dasar. Misalnya hitungannya 4x4 lupa waktu ngejawab tuh, enggak lulus, nanti kursusin aja," katanya.***
Editor : JakaPermana


