Soal Sampah Liar di Tanjakan Endog, Jeje: Minimal ada Penambahan Ritase 50 Persen
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menilai keberadaan tumpukan sampah liar di kawasan Tanjakan Endog, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong sangat mengkhawatirkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menilai keberadaan tumpukan sampah liar di kawasan tanjakan endog, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong sangat mengkhawatirkan.
Oleh karena itu, pihaknya telah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat untuk mengirimkan mobil pengangkut sampah.
"Saya sudah minta dinas untuk mengangkut, sehingga dua sampai tiga hari ini bisa bersih. Saya tidak mau Bandung Barat ada tempat seperti ini, ini image kita juga," kata Jeje, Selasa 20 Mei 2025.
Jeje menilai, menjamurnya TPS liar di sejumlah wilayah di KBB lantaran kuota ritase dari Pemprov Jabar yang saat ini diberikan untuk Bandung Barat tidak cukup untuk menutup kebutuhan buang sampah ke TPA Sarimukti.
"KBB ini cuma 17 ritase jatahnya, sama dengan Cimahi yang cuma 3 kecamatan. Minimal penambahan 50 persennya lah dari ritase sekarang," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akhir menindaklanjuti persoalan tumpukan sampah liar yang berada di tanjakan endog, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong yang sempat dikeluhkan warga.
Setidaknya, sebanyak 5 unit truk diterjunkan untuk mengangkut 20 ton sampah liar di kawasan tersebut.
"Kemarin yang sudah diangkut 6 ton. Sekarang rencana dikirim 3 unit berarti 9 ton total 15 ton. Tambah yang bawah jadi totalnya 20 ton," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Syahria, Selasa 20 Mei 2025.
Lebih lanjut Syahria menjelaskan, puluhan ton sampah tersebut langsung dibuang ke TPA Reguler Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
"Kami terjunkan 5 unit hari ini dan kemarin. Kalau sebelumnya juga sudah 2 cuma di bulan berbeda. Sampah diangkut ke TPA Sarimukti," jelasnya.
sampah liar tersebut, ungkap Syahria, didominasi sampah rumah tangga, baik anorganik seperti plastik dan sampah organik bekas makanan.
"Sampah rumah tangga. Jenisnya campur ada plastik ada organik," tambahnya.
Selain pengangkutan, sambung Syahria, pihaknya juga bakal memasang plang peringatan atau larangan membuang sampah di sejumlah titik.
"Biar gak ada tumpukan sampah lagi. Tapi selanjutnya diserahkan ke pemerintahan desa setempat," ujarnya.***
Editor : JakaPermana

